Friday, January 10, 2014

1 Mengapa Selimut Dapat Menghangatkan Tubuh Kita?


Cuaca dingin, hujan deras, enaknya menghangatkan diri di bawah selimut sambil nonton TV, apalagi ditambah minuman hangat ^_^ Jika kita berada di dekat api unggun, maka kita mendapat kehangatan dari energi panas api, begitu pula jika kita meminum minuman hangat. Hal ini berbeda dengan kehangatan selimut. Selimut tidak memiliki sumber kehangatannya sendiri. 

Manusia adalah makhluk berdarah panas yang senantiasa memproduksi energi panas dari dalam tubuhnya. Ini dapat Anda buktikan dengan menyentuh kulit Anda sendiri, Anda akan merasa tubuh Anda hangat. Ketika kita sedang tidak memakai selimut (atau memakai pakaian tipis, atau tidak memakai pakaian sama sekali ^_^), maka panas tubuh itu langsung menguap dan hanyut ditelan udara. Itulah sebabnya kita merasa dingin ketika tidak memakai selimut.

Selimut terbuat dari bahan isolator, yaitu penghantar panas yang buruk. Ketika kita memakai selimut, maka panas tubuh kita akan terperangkap di dalamnya, tidak bisa hanyut bebas ke udara. Ini menciptakan akumulasi panas di permukaan kulit kita sehingga suhunya meningkat. Itulah mengapa selimut dapat menghangatkan tubuh kita.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://www.ckbproducts.com/images/Fleece-Snuggle-Blanket-250-BWA.jpg

Sunday, January 5, 2014

2 Membayangkan Dunia Tanpa Gaya Gesek


Gaya gesek. Inilah gaya yang menyebabkan ban mobil/motor lama-kelamaan menjadi botak. Inilah gaya yang bertanggung jawab atas ausnya kampas rem. Ia juga adalah gaya yang menjadi biang kerok dari berderitnya engsel pintu. Gara-gara gaya geseklah, sepeda motor kita harus ganti oli setiap dua bulan sekali ^_^

Itulah beberapa efek negatif dari gaya gesek dalam kehidupan kita. Jadi, bagaimana kalau gaya gesek dihilangkan saja dari muka bumi? Eeiitt... Kita harus berhati-hati dengan permintaan yang satu ini. Karena tanpa kita sadari, sangat banyak kegiatan manusia bersandar pada keberadaan gaya gesek. Mari sejenak kita bayangkan apa jadinya dunia ini apabila Tuhan Yang Maha Esa mencabut kekuatan gaya gesek dari alam semesta. 
  1. Kita tidak akan bisa berjalan kaki lagi, bahkan berdiri pun tak bisa. Kita bagaikan berada pada sebuah permukaan lantai yang dilumuri oli. Sangat-sangat licin. Kita akan jatuh berkali-kali. 
  2. Mobil/motor/sepeda tidak bisa bergerak dengan putaran roda lagi, karena roda hanya dapat berputar pada permukaan yang kasar. Buktinya, sebuah mobil yang terjebak dalam lubang lumpur tidak dapat bergerak. Seberapa cepatpun putaran roda, ia hanya akan selip di dalam lumpur tersebut. Ketika gaya gesek punah, setiap kendaraan terpaksa harus bergerak dengan menggunakan mesin jet.
  3. Hanya dengan menghembuskan nafas, tubuh kita dapat meluncur di lantai. Hembusan nafas ini bertindak serupa mesin jet.
  4. Karena tak ada lagi gesekan di dalam mesin, kendaraan bermotor tak perlu lagi menggunakan oli. Perusahaan-perusahaan oli pun terpaksa gulung tikar.
  5. Paku tidak bisa tertancap dengan kuat lagi. Setiap tancapan paku akan dengan sangat mudah dicabut dengan tangan kosong.
  6. Biola tak bisa dimainkan lagi, karena suara biola hanya dapat dihasilkan dari pergesekan antara busur dan senarnya
  7. Burung tak bisa terbang lagi, karena burung hanya dapat  terbang akibat adanya pergesekan antara sayap dan udara.
  8. Manusia tak bisa berenang lagi, karena ketiadaan gesekan antara tubuh kita dan air.
  9. Baut-baut akan terlepas dari murnya. Alhasil, semua benda yang dirakit menggunakan baut dan mur, seperti sepeda motor dan mobil, akan mulai terlepas bagian-bagiannya satu-persatu. Bahkan, gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang pun akan runtuh, karena ia dibangun dari pertautan baut-mur, sekrup, dan paku.
  10. Meteorit yang memasuki atmosfer bumi tak bisa lagi terbakar habis di atmosfer, karena gesekan udara telah lenyap. Akibatnya, permukaan bumi akan sering terkena hantaman batu-batu besar yang berasal dari luar angkasa. Pemukiman penduduk akan porak-poranda.
  11. Manusia tak dapat lagi membuat api, karena api dihasilkan dari gesekan yang menghasilkan panas. Contohnya korek api. Ia dapat menghasilkan panas karena kita menggeseknya.
  12. Berbagai cabang olahraga, seperti basket, voli, dan sepak bola, akan punah. Bola basket tak dapat dipegang, pukulan bola voli akan melenceng tak keruan, dan pemain sepak bola tak dapat berlari di atas lapangan tanpa gaya gesek.
  13. Efek kartu domino tak lagi dapat dibuat, karena akan sangat sulit memberdirikan kartu tersebut.
  14. Manusia tak bisa lagi makan dengan menggunakan sendok, karena sendok akan sulit dipegang. Kita juga tak bisa makan dengan tangan langsung, karena makanan yang coba kita pegang akan segera tergelincir dan terlepas dari pegangan kita. Kita terpaksa langsung menggunakan mulut untuk menyeruput makanan.
  15. Tali tidak bisa lagi disimpulkan, dan setiap simpul tali yang telah dibuat sebelumnya akan terlepas satu-persatu.
  16. Orang-orang tak bisa menulis dengan pensil dan pena lagi. Buktinya, jika kita menggoreskan pensil dan pena di atas kaca yang licin, tak ada tulisan yang dapat terbentuk. Selain itu, tulisan pensil yang dulu terlanjur ditulis tak bisa lagi dihapus.
  17. Jika kita menggosok-gosokkan kedua telapak tangan, tak dapat lagi timbul panas.
  18. Benda yang terlanjur bergerak tak bisa berhenti kecuali terbentur oleh benda yang kokoh.
  19. Burung tidak bisa lagi bertengger di dahan pohon.
  20. Gergaji tak dapat berfungsi lagi.
  21. Miring sedikit saja, gelas-gelas akan jatuh tergelincir dari permukaan meja.
  22. Cincin-cincin akan terlepas dari jari.
  23. Para lelaki tak bisa lagi mencukur kumis dan jenggotnya.
  24. Garukan kuku pada kulit kita yang gatal tak kan lagi terasa senikmat dulu.
  25. Akibat tak ada lagi gaya gesek, perabotan-perabotan rumah akan tergelincir dan terkumpul di pojok ruangan yang terendah.
  26. Karena tak dapat lagi tertahan oleh gaya gesek udara, air hujan jatuh menimpa bumi dengan kecepatan super tinggi selayak peluru yang siap melukai manusia.
  27. Kita tak bisa lagi memakai celana karena akan kedodoran. Solusinya adalah mengenakan pakaian terusan.
  28. Suara yang tercipta tak akan bisa padam, karena suara hanya bisa padam jika udara saling bergesekan. Alhasil, suara-suara dari seluruh penjuru dunia akan dapat terdengar dan bergema-gema selamanya.
  29. Segala sesuatu yang berayun akan berayun selamanya, karena tak ada lagi gesekan udara yang dapat menghentikannya.
  30. Kita tak bisa lagi membalik halaman buku dengan jari-jari tangan.
  31. Gigi tak bisa lagi mengunyah makanan. Makanan akan selip tak keruan di dalam mulut.
  32. Parasut-parasut tak dapat berfungsi lagi. Mereka hanya akan jatuh bebas dengan kecepatan yang senantiasa bertambah.
  33. Lipstik tak bisa lagi menempel pada bibir.
  34. Es krim tidak bisa lagi dijilat.
  35. Kita tak akan bisa lagi mengambil koin dari permukaan mendatar dengan tangan kita.
  36. Tutup botol dan tutup toples tidak bisa lagi dibuka.
Dan masih banyak lagi hal-hal menyedihkan akan terjadi jika keberadaan gaya gesek dihilangkan oleh Tuhan dari alam semesta ini. Bahkan tak hanya menyedihkan, manusia tak mampu lagi untuk melanjutkan kehidupan. Semuanya bermuara pada kesadaran kita untuk bersyukur kepada-Nya. Ternyata, gaya gesek, sesuatu yang tampak remeh selama ini, sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcWMZ2NgpHI0iYCUuUcZpDrRVY7TP0n4ISrhH7xND_7aHsU7KXntwb1VqLUUdzMNsN4ZQw-R_cbVRuo7G6gcDBN9BKqosaaI6dnSXCu8lNik_cc4IMMop8pogEdNZuhEX8sXX6cIBelij6/s1600/Slip-and-Fall-Accidents1.jpg

Saturday, January 4, 2014

38 Mengapa Dinding Gelas Es Teh Menjadi Basah?


Es teh, salah satu minuman terfavorit di warung-warung makan. Seperti tampak pada gambar di atas, kita mendapati bahwa tak lama setelah dihidangkan, dinding gelas es teh yang awalnya kering berubah menjadi basah. Apa yang terjadi di sini?

Mungkin ada sebagian orang yang menduga bahwa air dari dalam gelas dapat menembus keluar. Jika dugaan ini benar, maka seharusnya bukan hanya es teh saja yang airnya menembus keluar, melainkan juga teh panas. Sayangnya, pada segelas teh panas, kita tidak melihat adanya air di dinding gelas. Berarti jawabannya bukan karena air menembus gelas.

Sebagian orang mungkin masih bersikeras menyatakan bahwa air memang bisa menembus pori-pori gelas, namun hanya terjadi pada suhu air yang dingin. Baiklah, baiklah, kita telusuri dugaan ini lebih jauh. Untuk menguji benar-tidaknya dugaan ini, kita dapat membandingkan sifat air antara yang berada di dalam gelas dan yang berada di luar gelas. Warna air teh di dalam gelas adalah cokelat, namun ternyata warna air di luar gelas adalah bening. Ini berarti bahwa air yang terdapat di dinding gelas bukan berasal dari dalam gelas.

Lalu, airnya datang dari mana?

Begini. Air memiliki tiga wujud: padat, cair, dan gas. Perbedaan wujud ini tergantung dari kecepatan pergerakan molekul air. molekul air dalam bentuk gas memiliki kecepatan pergerakan yang tinggi karena mengandung energi yang besar. Jika energi dari gas air tersebut diambil (berkurang) pada taraf tertentu, maka gerakan molekulnya akan melambat dan berubah wujud menjadi cairan. Jika cairan tersebut diserap lagi energinya (mendingin) pada taraf tertentu, maka pergerakan molekulnya akan semakin melambat dan berubah wujud menjadi padat (es).

Jadi, perbedaan wujud air ditentukan oleh suhu molekul H2O. Pada suhu tinggi, H2O cenderung berwujud uap (gas), sedangkan pada suhu rendah, H2O cenderung berwujud cair. Wujud padat (es) terjadi pada suhu di bawah nol derajat celcius.

Di dalam udara sekitar kita, terdapat uap air, yaitu H2O yang sedang berwujud gas. Air es teh merupakan air yang dingin. Dinding gelasnya pun ikut menjadi dingin. Kondisi ini mendinginkan pula uap air di sekitar gelas yang menyentuh dinding gelas. Akibatnya, energi molekul uap air itu berkurang, gerakannya melambat, dan pada akhirnya uap air itu berubah wujud menjadi cair. Proses perubahan wujud air seperti ini disebut kondensasi (pengembunan).

Itulah sebabnya dinding gelas es teh menjadi basah.

Sekarang mari kita bereksperimen secara imajinasi. Menurut Anda, jika segelas es teh kita letakkan di dalam ruang vakum, apakah dinding gelasnya dapat menjadi basah?

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://cdn.sheknows.com/articles/2011/05/iced-tea-with-lemon.jpg

Thursday, January 2, 2014

2 Mengapa Kentut Yang Berbunyi Keras Justru Tidak Bau?


Maaf sebelumnya... Artikel kali ini mungkin terkesan jorok :D Akan tetapi perlu kiranya saya bahas karena berkaitan erat dengan keseharian kita dan cukup membuat penasaran. Mohon jangan dilihat sisi joroknya, tapi lihatlah sisi pengetahuannya. 

Ketika ada seseorang di sekitar kita kentut dengan bunyi yang keras, hal ini cukup mengganggu pendengaran :D Namun anehnya, tak jarang kita temui bahwa kentut yang nyaring semacam ini tidak memiliki efek samping berupa  bau tak sedap. Sebaliknya, kentut yang tak bersuara justru menimbulkan efek aroma yang mematikan :D Tidak terdengar suara apa-apa, tiba-tiba bau kentut busuk menyengat hidung. Hahaha....

Mengapa hal ini terjadi?

Pertama-tama mari kita bahas dulu dari mana asalnya kentut. Mulut adalah tempat kita memasukkan cairan ketika minum dan bahan padat ketika makan. Semua itu masuk ke sistem pencernaan kita. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak hanya cairan dan padatan saja yang masuk ke dalam sistem pencernaan kita, melainkan juga udara. Ketika udara tersebut belum melewati lambung, maka ia dapat dikeluarkan kembali melalui mulut dalam bentuk sendawa. Namun ketika udara terus lolos sampai ke usus, maka lubang anuslah jalan keluar baginya dan terjadilah kentut.

Usus besar merupakan usus terakhir yang ujungnya adalah lubang anus. Usus besar melakukan gerakan peristaltik untuk menciptakan tekanan sehingga udara di dalamnya dapat terdorong keluar melalui anus. Usus besar, di sisi lain, juga merupakan tempat berkumpulnya tinja yang menanti untuk dikeluarkan melalui proses buang air besar. 

Ketika udara hendak dikeluarkan melalui anus dalam kondisi usus besar yang penuh tinja, maka aliran udara tidak lancar, karena tertahan oleh tinja, sehingga udara itu keluar melalui anus secara perlahan-lahan. Itulah sebabnya, pada kondisi ini, kentut yang terjadi tidak bersuara. Pada saat yang sama, udara di dalam usus besar terkontaminasi oleh bau tinja, sehingga kentut yang terjadi beraroma tak sedap.

Jika usus besar dalam keadaan kosong (tak bertinja), maka proses pengeluaran udara ini berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. Akibatnya, udara keluar melalui lubang anus dengan kecepatan tinggi. Kecepatan udara yang besar ini membuat lubang anus bergetar secara cepat pula dan menghasilkan bunyi bernada tinggi yang nyaring. Karena tidak ada tinja, maka udara di dalam usus besar tidak terkontaminasi bau. Itulah sebabnya, pada kondisi ini, aroma kentut tak mengganggu hidung.

Jadi, semuanya tergantung pada kandungan tinja di dalam usus besar.  Ketika orang yang bersangkutan telah buang air besar dengan lancar, maka kentutnya cenderung berbunyi keras namun tak bau. Sebaliknya, jika orang yang bersangkutan sedang sembelit (susah buang air besar), maka kentutnya cenderung tak bersuara namun baunya bisa bikin kepala berkunang-kunang :D

Sekali lagi, ambil sisi pengetahuannya, bukan sisi joroknya ^_^
 
*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://thoughtmerchants.com/images/thoughts/fart-7e60a9c5.jpg

3 Mengapa Mimpi Terasa Lama?


Pernah nonton film Inception? Dalam film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio itu, diceritakan bahwa lamanya waktu antara dunia mimpi dan dunia nyata berbeda. Dunia nyata berjalan lebih lambat daripada dunia mimpi. Di film tersebut, Leonardo dan teman-temannya berpetualang begitu lama di dalam mimpi, padahal mereka hanya tidur sebentar. Jika kita bandingkan dengan keseharian hidup kita, konsep cerita film Inception itu benar adanya. Mimpi terasa lebih lama daripada durasi tidur yang sesungguhnya. Fenomena ini paling terasa ketika kita tidur siang. Di dalam mimpi, kita merasa telah beraktifitas sedemikian lama, padahal sebenarnya kita hanya tidur siang beberapa menit saja. Bagaimana fisika dapat menjelaskan hal ini?

Secara umum, kasus fenomena yang melibatkan perbedaan waktu, seperti kasus lamanya mimpi ini, dapat kita analisis dengan konsep relativitas Einstein. Albert Einstein mengungkapkan bahwa besaran waktu bersifat relatif, tidak mutlak. Lamanya waktu tergantung pada kecepatan objek yang mengalami waktu tersebut. Jika ada dua objek bergerak dengan kecepatan berbeda, maka waktu yang berlaku bagi kedua objek itupun berbeda: Objek yang bergerak lebih cepat akan mengalami waktu yang lebih lama.

Ketika sedang tidur dan bermimpi, otak kita memproses sinyal-sinyal listrik di dalam syaraf-syarafnya dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada ketika tubuh kita dalam keadaan terjaga. Hal ini menimbulkan terjadinya relatifitas waktu. Itulah mengapa, di alam mimpi kita dapat merasa beraktifitas selama seharian penuh, padahal durasi tidur kita sebenarnya hanya 15 menit, misalnya.

Pada mimpi ketika tidur malam, fenomena relativitas waktu ini kurang terasa, karena tidur malam yang panjang melibatkan beberapa siklus mimpi (akibat adanya fase-fase tidur) dan mimpi yang kita ingat biasanya hanya mimpi yang terakhir.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono
http://www.facebook.com/Yudha.On.7

Sumber Gambar:
http://www.japantrendshop.com//img/takaratomy/takara-tomy-hug-dream-minnie-mouse-sleeping-doll-1.jpeg

Friday, December 27, 2013

12 Mengapa Alkohol Terasa Dingin Di Kulit?


Terkadang kulit kita dihinggapi luka. Alkohol berfungsi sebagai disinfektan, pembunuh kuman di luka, agar tidak terjadi infeksi. Pada kasus ini, luka akan terasa perih ketika terkena alkohol. Namun jika kita mengoleskan alkohol pada kulit yang sehat, kita merasa dingin pada bagian kulit yang teroles itu. Padahal, jika kita ukur dengan termometer, suhu alkohol itu sama saja dengan suhu udara di sekitarnya. Ajaib... Mengapa bisa begitu ya?...

Pertama-tama, kita mesti paham apa itu suhu. Suhu merupakan ukuran panas-dinginnya suatu zat yang ditentukan oleh kandungan kalor di dalamnya. Kalor adalah jenis energi yang menyebabkan panas. Semakin banyak kandungan kalornya, suhu zat itu akan semakin panas. Semakin sedikit kalornya, suhu zat itu akan semakin dingin.

Kedua, kita harus mengerti mekanisme penginderaan suhu oleh kulit kita. Selama ini, orang awam menganggap bahwa suhu yang dirasakan oleh kulit adalah suhu lingkungan sekitar. Hal ini keliru. Suhu yang dirasakan oleh kulit sebetulnya adalah suhu si kulit itu sendiri. Memang, suhu kulit dipengaruhi pula oleh suhu lingkungan sekitar, namun pada akhirnya suhu yang dibaca oleh kulit dan dikirim sinyalnya ke otak adalah suhu kulit itu sendiri, dan bukan suhu lingkungan sekitar.

Ketika kulit mengandung banyak kalor, maka kulit terasa panas. Ketika kulit mengandung sedikit kalor, maka kulit terasa dingin. Banyak sedikitnya kalor yang terkandung dalam kulit dipengaruhi oleh kalor yang ada di lingkungan sekitar. Interaksi kalor antara kulit dan lingkungan terjadi berdasarkan prinsip perpindahan kalor. Kalor berpindah dari area yang suhunya lebih tinggi ke area lain yang suhunya lebih rendah. Hal ini terjadi agar tercapai kesetimbangan suhu.

Mari kita ambil contoh sederhana untuk memahami konsep ini.

Katakanlah terdapat air panas di dekat kita. Air itu bersuhu panas karena mengandung banyak sekali kalor. Di lain pihak, kulit kita memiliki suhu yang lebih rendah. Ketika kita menyentuh air panas itu, kalornya mengalir ke kulit kita. Akibatnya, kulit kita mendapat banyak sekali tambahan kalor dan suhu kulit kita pun meningkat tajam. Oleh sistem syaraf, peningkatan suhu kulit ini dikirim ke otak sehingga kulit kita terasa panas.

Pada contoh sebaliknya, katakanlah terdapat air dingin di dekat kita. Air itu bersuhu dingin karena mengandung sedikit kalor. Di lain pihak, kulit kita memiliki suhu yang lebih tinggi. Ketika kita menyentuh air dingin itu, kalor yang ada di kulit kita mengalir ke air dingin itu. Akibatnya, kulit kita kehilangan banyak kalor dan suhu kulit kita pun menurun. Oleh sistem syaraf, penurunan suhu kulit ini dikirim ke otak sehingga kulit kita terasa dingin.

Poin penting dari contoh-contoh tadi adalah bahwa suhu yang dibaca oleh otak adalah suhu kulit kita, bukan suhu zat yang kita sentuh. Konsep ini penting untuk dipahami, agar kita dapat mengerti fenomena dinginnya alkohol.

Coba letakkan sebotol alkohol di suatu ruangan dan biarkan beberapa lama. Hal ini dilakukan agar suhu alkohol itu menjadi sama dengan suhu udara sekitar. Anehnya, meskipun suhunya telah sama, ketika alkohol itu kita oleskan ke kulit kita, alkohol itu terasa dingin.

Alkohol merupakan cairan dengan titik didih yang cukup rendah, yaitu 78,4 oC. Hal ini menjadikan alkohol mudah menguap. Bagaimanapun, agar suatu cairan dapat menguap, ia harus menyerap banyak energi, karena molekul dalam fase uap bergerak lebih cepat daripada ketika molekul itu berada dalam fase cairan.

Ketika kita mengoleskan alkohol ke kulit kita, cairan itu menyerap banyak kalor dari kulit kita sebagai sumber energinya untuk berubah wujud menjadi uap. Tak berapa lama kemudian, alkohol itupun menguap sambil membawa lari banyak kalor dari kulit kita. Hilangnya banyak kalor dari kulit membuat otak kita membacanya sebagai suhu yang dingin. Itulah mengapa kulit kita terasa dingin ketika teroleskan oleh alkohol. Efek dinginnya akan lebih terasa jika Anda meniup alkohol itu di kulit Anda, karena tiupan membuat alkohol itu lebih cepat menguap sehingga lebih cepat pula membawa kabur kalor dari kulit Anda :D

Sebenarnya, fenomena serupa juga terjadi ketika air menempel ke kulit kita. Hanya saja, air memiliki titik didih 100 oC yang lebih tinggi daripada alkohol, sehingga air lebih sulit menguap dan efek dinginnya pun tidak sebesar alkohol ^_^

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://www.femina.co.id/carex/images/article/001/002/10/P

4 Mengapa Kutub-Kutub Magnet Bernama Utara & Selatan?



Seperti yang kita ketahui, kutub-kutub magnet bernama utara dan selatan (Inggris: north and south). Mengapa harus utara dan selatan? Mengapa bukan barat dan timur atau nama lainnya?  

Patokan arah merupakan kebutuhan dasar peradaban. Oleh sebab itu, manusia berusaha menentukan suatu patokan arah tertentu. Namanya juga patokan arah, maka arahnya harus bersifat tetap, tidak berubah-ubah. Manusia lantas mencari-cari apa kira-kira di alam ini yang mudah diamati dan posisinya tidak berubah.

Manusia memperhatikan pergerakan matahari. Ternyata pergerakan matahari selalu konsisten. Matahari terbit di satu arah tertentu dan terbenam di arah sebaliknya. Dari sinilah manusia menetapkan mata angin. Arah terbit matahari dinamai timur, sedangkan arah terbenam matahari dinamai barat. Dua mata angin sisanya, yang tegak lurus dengan arah timur-barat, lantas dinamai utara-selatan. Arah-arah mata angin ini merupakan arah mata angin geografis, yaitu ditentukan berdasarkan patokan pergerakan matahari. Jadi, kutub-kutub poros bumi pun dinamai utara dan selatan berdasarkan konteks geografis ini.

Ada suatu daerah bernama Magnesia, bagian dari Yunani, di mana penduduknya menemukan sebuah batu yang dapat menarik beberapa jenis logam. Saat ini, wilayah tersebut bernama Manisa, bagian dari negara Turki. Batu ajaib ini kemudian dinamai magnet, yang berasal dari kata magnitis lithos yang artinya batu dari Magnesia. Inilah asal mula magnet. Jangan lupa bahwa arah utara-selatan secara geografis sudah ditetapkan manusia sebelum ditemukannya magnet.

Pada perkembangan selanjutnya, manusia menemukan bahwa ternyata magnet memiliki kutub-kutub yang banyaknya ada dua. Jika dua kutub yang sama didekatkan, mereka saling tolak-menolak. Jika dua kutub yang berlainan didekatkan, mereka saling tarik-menarik. Kenyataan bahwa kutub-kutub magnet ini eksis, mendorong manusia untuk memberikan nama terhadap kutub-kutub tersebut.

Kemudian, manusia mendapati bahwa jika magnet batangan dapat bergerak bebas secara horizontal, magnet-magnet itu selalu menunjuk ke arah yang sama, yaitu ke arah mata angin utara dan selatan bumi. Inilah yang lantas menginspirasi manusia untuk menamai kutub-kutub magnet dengan nama utara dan selatan. Kutub magnet yang mengarah ke mata angin utara dinamai kutub utara, sedangkan yang mengarah ke mata angin selatan dinamai kutub selatan. Jika magnet tertarik ke arah barat dan timur, mungkin naman kutub magnetnya menjadi kutub barat dan timur.... Kedengarannya aneh :D

Kenyataan bahwa kutub magnet tertentu dapat tertarik ke salah satu kutub bumi, memancing pemikiran bahwa bumi pasti memiliki sifat kemagnetan pula. Berdasarkan konsep kemagnetan yang telah dipahami, kutub-kutub yang saling tarik-menarik haruslah berlainan jenis. Jadi, jika kutub utara magnet tertarik ke kutub mata angin utara bumi, pastilah kutub bumi tersebut merupakan kutub selatan ditinjau dari segi kemagnetannya, karena kutub utara magnet haruslah tertarik ke kutub selatan magnet.

Dari fakta ini, manusia lantas membedakan jenis kutub bumi. Ada yang dinamai kutub geografis bumi, yaitu yang ditentukan berdasarkan arah pergerakan matahari, dan ada pula yang dinamai kutub magnetis bumi, yaitu yang ditentukan berdasarkan penyimpangan sifat kemagnetannya. Kutub bumi utara secara geografis, merupakan kutub bumi selatan secara magnetis. Dan sebaliknya, ktub bumi selatan secara geografis, merupakan kutub bumi utara secara magnetis. Lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini.



Pada gambar di atas dapat Anda perhatikan, bahwa kutub-kutub magnet bumi tidak persis berimpit dengan kutub geografinya. Kutub-kutub tersebut sedikit menyimpang satu sama lain. Jadi, arah utara geografis yang ditunjuk oleh jarum kompas tidak 100% tepat. Arahnya menyimpang beberapa derajat. Yang 100% tepat ditunjuk oleh jarum kompas adalah arah utara-selatan dari magnet bumi, dan bukan kutub geografisnya. Penyimpangan semacam ini disebut deklinasi, dan sudut yang dibentuknya dinamai sudut deklinasi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini.


Jadi, arah mata angin utara-selatan bumi bukan dinamai berdasarkan kutub magnet, namun kutub magnetlah yang dinamai berdasarkan arah mata angin bumi.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Magnet
Sumber Gambar:
http://ed101.bu.edu/StudentDoc/Archives/ED101fa08/chayden/bar%20magnet.jpg
http://cnx.org/content/m42366/latest/Figure_23_01_02a.jpg
http://magnetic-declination.com/img/positive-declination.gif

Wednesday, December 25, 2013

3 Mengapa Serangga Tertentu Bisa Berjalan Di Permukaan Air?


Anggang-anggang, mungkin Anda pernah melihatnya, serangga yang dapat berjalan di atas air. Kita sering disuguhi cerita pendekar sakti yang mampu berjalan di atas air. Jadi, apakah anggang-anggang pernah belajar ilmu kesaktian tertentu? :D haha Tentu saja tidak. Kemampuan luar biasanya ini dapat kita telaah dengan menggunakan ilmu fisika. Di antara Anda mungkin ada yang pernah mendapatkan sedikit penjelasan tentang fenomena anggang-anggang ini. Banyak artikel di internet yang telah membahasnya, namun pada umumnya kurang mendetail. Artikel-artikel tersebut biasanya hanya berkata bahwa anggang-anggang dapat berjalan di permukaan air karena adanya tegangan permukaan air. Pada kesempatan ini, kita akan mengelaborasi lebih dalam mengenai apa itu tegangan permukaan air dan apa peranannya dalam membantu anggang-anggang berjalan di air.

Sebelum membahas fenomena ini lebih jauh, saya ingin mencegah adanya miskonsepsi. Mungkin ada sebagian orang yang menganggap bahwa fenomena anggang-anggang ini berhubungan dengan kemampuan air untuk mengapungkan benda-benda tertentu. Jika Anda melemparkan sepotong gabus ke air, maka gabus itu akan mengapung karena massa jenis gabus lebih kecil daripada. Hal ini lantas membuat sebagian orang beranggapan bahwa anggang-anggang dapat berjalan di permukaan air karena massa jenisnya lebih kecil daripada massa jenis air. Konsep ini keliru adanya. Pada kenyataannya, massa jenis tubuh anggang-anggang lebih besar daripada massa jenis air. Jika Anda mencelupkan seekor anggang-anggang ke dalam air, Anda akan mendapati bahwa binatang tersebut akan tenggelam. Ini menunjukkan bahwa kemampuan anggang-anggang berjalan di permukaan air tidak berhubungan dengan fenomena perbedaan massa jenis, melainkan berhubungan dengan fenomena tegangan permukaan.
Mari kita mulai membahas fenomena tegangan permukaan dengan sebuah pertanyaan: Apa yang membuat suatu permukaan dapat menahan benda yang menindihnya? Jika Anda melemparkan sebuah paperclip ke permukaan meja, Anda tahu bahwa paperclip itu tidak akan jatuh ke lantai karena ditahan oleh permukaan meja. Akan tetapi jika Anda melemparkan paperclip itu ke permukaan air, Anda tahu bahwa paperclip itu akan tenggelam karena permukaan air tidak mampu menahannya. Massa jenis paperclip lebih besar daripada massa jenis air. Tapi jangan terburu-buru..... Paperclip juga bisa terapung di permukaan air lho. Syaratnya adalah paperclip tersebut harus diletakkan secara hati-hati di permukaan air. Anda dapat mengamati fenomena ini secara langsung melalui video youtube berikut ini.

Kenyataan bahwa paperclip dapat terapung di permukaan air menujukkan bahwa permukaan air juga dapat menahan benda, asalkan benda itu tidak terlampau berat karena ketahanan permukaan air juga tidak besar. Hal ini serupa dengan permukaan meja. Permukaan meja memiliki ketahanan yang lebih besar daripada ketahanan permukaan air, namun tetap saja ketahanan meja itu memiliki batas tertentu. Jika yang Anda letakkan hanyalah sebuah gelas, maka permukaan meja itu kuat menahannya. Namun jika yang Anda letakkan adalah sebuah buldoser yang sangat berat, maka ketahanan meja itupun akan patah. Dari sini Anda dapat memahami ketahanan permukaan air, yang terjadi pada skala yang lebih kecil daripada ketahanan meja.
Pertanyaan selanjutnya pun muncul. Mengapa air dapat memiliki kemampuan menahan? Bukankah air tidak kuat seperti meja?
Air terdiri dari molekul-molekul air (H2O). Molekul-molekul tersebut saling tarik-menarik. Fenomena tarik-menarik antar molekul-molekul sejenis seperti ini disebut KOHESI. Jadi, akibat adanya gaya kohesi, molekul-molekul air berkumpul dan merapat (tidak bercerai-berai). Rapatnya molekul-molekul air ini mengakibatkan permukaan terluarnya membentuk suatu ketahanan terhadap gangguan luar. Agar lebih mudah memahami fenomena ini, saya akan analogikan dengan sebuah contoh sederhana yang terilustrasikan melalui gambar-gambar berikut.


Pada kondisi 1, kelereng-kelerengnya berserakan di permukaan meja. Dalam kondisi ini, sebatang pensil dapat dengan mudah digerakkan untuk menyentuh permukaan meja tersebut. Akan tetapi jika kelerengnya saling merapat, kondisi 2, tercipta suatu ketahanan yang menyulitkan batang pensil untuk mencapai permukaan meja.
Pada contoh di atas, kelereng merepresentasikan molekul air. Molekul-molekul air selalu tarik-menarik, saling merapat satu sama lain, seperti halnya kelereng pada kondisi 2. Hal ini memberikan permukaan air kekuatan (tegangan) untuk menahan gangguan luar. Dalam hal ini, terjadi apa yang dinamakan dengan tegangan permukaan air. Jika gangguannya tidak terlampau besar, tegangan permukaan air dapat menahannya.
Tegangan permukaan air inilah yang menahan kaki serangga anggang-anggang tidak tercelup ke dalam air. Tubuh anggang-anggang tidak terlampau berat, sehingga permukaan air masih mampu untuk menjadi pijakannya. Dalam kasus ini, konstruksi kaki anggang-anggang juga berperan besar. Telapak kaki anggang-anggang tersusun dari rambut-rambut halus yang memerangkap udara di sela-selanya, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. Desain seperti ini memperkecil “ketajaman” kaki anggang-anggang sehingga ia dapat lebih mudah berjalan di permukaan air.


*******
Ditulis Oleh DONI ARIS YUDONO


Sumber Gambar:
http://www.backyardnature.net/n/09/090802ws.jpg
http://savageimageaward.files.wordpress.com/2013/04/20cs-copy.jpg


Sumber Video:
http://www.youtube.com/watch?v=vZ_m6kejzaU

Tuesday, December 24, 2013

14 Mengapa Jarum Kompas Selalu Menunjuk Ke Utara?


Bepergian merupakan salah satu kebutuhan manusia. Dengan arah yang tepat, kita akan sampai ke tempat tujuan, namun bila arahnya keliru, tersesatlah yang akan terjadi. Jika kita berjalan di sebuah kota, relatif mudah bagi kita untuk mendapatkan patokan arah, karena banyak terdapat bangunan yang khas dan tetap posisinya. Namun bayangkan jika kita berjalan di tengah padang pasir. Sejauh mata memandang hanyalah pasir. Kita tidak bisa menjadikan pasir sebagai patokan. Kesulitan serupa kita dapati ketika berlayar di tengah lautan lepas. Sejauh mata memandang hanya tampak biru lautan. Di sinilah pentingnya kompas. Seperti diketahui, jarum kompas selalu menunjuk arah utara. Dengan kompas, kita memiliki patokan arah mata angin yang jelas.

Mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke utara? Kekuatan apa yang menariknya?

Well, di sekolah dulu kita pernah belajar tentang magnet. Masih teringat di benak kita tentang kutub-kutub magnet, yaitu utara dan selatan. Kutub-kutub yang sejenis saling tolak menolak, sedangkan kutub-kutub yang berlainan jenis saling tarik-menarik. Jarum kompas merupakan magnet. Karena jarum kompas selalu menunjuk ke arah tertentu dari kutub bumi, berarti bumi juga merupakan magnet. Kutub kompas dan kutub bumi saling berinteraksi.

Ada yang menarik. Kutub utara magnet selalu menunjuk arah utara bumi, berarti kutub utara menarik kutub utara pula, padahal tadi telah disebutkan bahwa kutub-kutub yang sejenis seharusnya saling tolak menolak. Apakah hukum fisika telah dilanggar? Hehehe... Tidak demikian. Hukum fisika tetap berlaku di seluruh alam semesta. Lantas gimana dong?

Ada perbedaan kutub bumi antara konteks geografis dan konteks magnetis. Kutub bumi yang ditunjuk sebagai utara oleh jarum kompas merupakan kutub utara dalam konteks geografis, namun merupakan kutub selatan dalam konteks magnetis. Sebaliknya, kutub selatan geografis bumi merupakan kutub utara magnet bumi. Kedua konteks ini saling berkebalikan. Kutub bumi yang berperan dalam gaya tarik-menarik dengan jarum kompas adalah kutub bumi dalam konteks magnetis. Jadi, konsep fisika tetap berlaku di sini: Kutub utara jarum kompas saling tarik-menarik dengan kutub selatan magnet bumi. Bumi sendiri dapat bersifat sebagai magnet karena memiliki kandungan logam di perutnya.


Ada satu hal yang perlu saya bahas, karena salah seorang murid saya pernah bertanya, "Pak, jika kaca kompas terlepas, apakah jarum kompasnya akan terbang menuju kutub utara bumi?" Sejenak saya tertawa dalam hati ketika mendengar pertanyaan ini. Murid saya itu telah salah memahami konsep kemagnetan kompas. Perlu disadari bahwa jarum kompas merupakan magnet biasa seperti magnet-magnet pada umumnya. Hanya saja, jarum kompas merupakan magnet yang berukuran kecil dan sangat ringan. Mengapa harus kecil dan ringan? Ya supaya ia dapat tertarik oleh gaya magnet bumi yang tidak terlampau besar. Jarum kompas juga didesain agar relatif terbebas dari gaya gesek yang dapat menghambatnya untuk berputar ke arah kutub bumi. Jika Anda mengeluarkan jarum kompas tersebut dan Anda letakkan di meja, maka jarum kompas itu tidak dapat lagi secara otomatis menunjuk ke utara karena telah terhambat oleh gaya gesek permukaan meja. Kekuatan gaya magnet bumi yang kecil tidak mampu mengatasi gaya gesek permukaan meja untuk menarik kutub jarum kompas.

Oleh sebab itu, sebenarnya semua magnet dapat berfungsi sebagai kompas. Jika Anda memiliki sebatang magnet berukuran besar dan Anda gantung dengan sehelai benang tipis sehingga batang magnet tersebut dapat berputar secara horizontal dengan bebas, maka magnet tersebut akan selalu menunjuk ke arah kutub utara-selatan bumi. Dalam hal ini, batang magnet tersebut telah bertindak sebagai kompas. Cara lainnya adalah mengapungkan batang magnet di permukaan air atau minyak sehingga magnet tersebut dapat berputar dengan bebas.

Jadi, jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara geografis bumi adalah karena ditarik oleh kutub selatan magnet bumi. Demikianlah Tuhan mengatur kondisi alam sehingga memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan. Jika saja Tuhan menghapuskan sifat kemagnetan bumi, maka tidak akan ada lagi kompas, sehingga manusia mudah tersesat dalam perjalanannya.

*******
Ditulis Oleh DONI ARIS YUDONO

Sumber Gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpMsLODiFlzMnsGcDJxjQtZshosT0XAixQODHWJ7Lh3lKbXXAobweFnHaQ23fgOmKCtZ9zh0CawdML0KWCTsVQrdQP2iz4aN2w-e0PXKuBQAubPx5OZbIbPWrzu9HMGIg8-ffwfxEO/s1600/compass3.jpg
http://www.compassdude.com/i/compass-earth.jpg

7 Mengapa Malaikat Bisa Mengurusi Banyak Orang Sekaligus?


Agama menginformasikan bahwa ada makhluk ciptaan Tuhan bernama malaikat. Mereka sering diilustrasikan memiliki sayap-sayap. Malaikat diciptakan dari cahaya. Mereka tidak diberikan nafsu, sehingga tugas mereka hanyalah mengabdi secara taat kepada Tuhan. Agama juga menginformasikan bahwa mereka memiliki tugas yang berbeda-beda, misalnya Jibril bertugas menyampaikan wahyu, Izrail bertugas mencabut nyawa, Mikail bertugas membagi rizki, Raqib bertugas mencatat amal baik, dan Atib bertugas mencatat amal buruk manusia. Orang-orang yang suka berpikir mungkin pernah bertanya: Mudah dipahami tugas Jibril dalam menyampaikan wahyu, namun bagaimana dengan tugas malaikat Raqib yang mencatat amal baik manusia? Manusia di bumi ini berjumlah milyaran dan hidup dalam waktu yang bersamaan. Apakah Raqib tidak kewalahan mencatat amal mereka satu persatu??

Kita mengimani bahwa Tuhan Mahakuasa dan hanya Dia yang Mahamengetahui mekanisme kerja para malaikat-Nya. Akan tetapi, kita bisa sedikit memahami fenomena malaikat ini dengan menggunakan ilmu fisika. Sebetulnya dasar teori bagi fenomena ini telah saya singgung dalam artikel saya sebelumnya yang berjudul Mengapa Usia Jin Dapat Mencapai Ribuan Tahun? namun tiadalah mengapa kita bahas lagi di kesempatan kali ini.

Fisikawan paling populer sepanjang sejarah, Albert Einstein, melalui teori relativitasnya, menyatakan bahwa besaran waktu tidak bersifat mutlak, melainkan relatif. Lama waktu yang dialami oleh dua objek dapat berbeda jika kedua objek itu bergerak dengan kecepatan yang berbeda. Semakin cepat suatu objek bergerak, semakin panjang waktu untuknya. Sekedar mengingatkan, di alam semesta ini, cahaya adalah yang tercepat. Semakin mendekati kecepatan cahaya, semakin panjang waktu yang dialami sebuah objek. Jika suatu objek bergerak secepat cahaya, maka waktu akan memanjang tak terhingga baginya, atau dengan kata lain, waktu akan berhenti untuknya.

Mari kita ambil satu ilustrasi sederhana. Misalnya seekor kelinci berkawan dengan seekor siput. Pada suatu hari, mereka bertemu di jalan. Mereka lalu memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe yang berjarak 20 m dari situ untuk ngobrol sambil minum kopi. Kelinci dan siput itu pun pergi menuju kafe dengan kecepatan yang berbeda. Pergerakan siput sangat lambat, sedangkan kelinci sangat cepat. Bagi kelinci, haya diperlukan waktu sekian detik untuk sampai di kafe itu, namun siput butuh berjam-jam. Dalam konteks ini, kelinci dan siput mengalami relatifitas waktu. Siput mengalami waktu yang pendek karena ia lambat. Kelinci mengalami waktu yang panjang karena ia cepat. Saking lambatnya pergerakan siput, kelinci merasa siput itu seakan-akan tidak bergerak, dengan kata lain, waktu seakan-akan terhenti bagi kelinci. Kelinci pun punya waktu luang yang sangat banyak untuk melakukan hal lain terlebih dahulu sambil menunggu siput tiba di kafe yang dituju.


Ilustrasi kelinci-siput ini memudahkan kita dalam memahami konteks malaikat dan manusia. Malaikat tercipta dari cahaya, sehingga mereka dapat bergerak secepat cahaya. Dibandingkan dengan malaikat, manusia yang tercipta dari tanah bergerak sangat-sangat lambat. Relatifitas waktu terjadi dalam konteks ini. Bagi malaikat, waktu seakan-akan terhenti, sehingga mereka banyak memiliki waktu luang untuk mengurusi manusia lain yang berjumlah milyaran. Oleh sebab itu, hanya diperlukan satu malaikat, Raqib, untuk mencatat amal baik milyaran manusia yang hidup bersamaan di muka bumi ini. Begitu pula, bagi malaikat pembagi rizki, Mikail, ia dapat menjalankan tugasnya seorang diri, tanpa merasa kesulitan, meskipun manusia yang diurusinya sangat banyak dan membutuhkan rizki setiap saat dalam waktu yang bersamaan.

*******
Ditulis Oleh DONI ARIS YUDONO

Sumber Gambar:
http://images5.fanpop.com/image/photos/31500000/Angel-fantasy-31530382-1280-1024.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbkwAoeUvyF1PHimF5KkbZj9OTCPPJE_ZUnvyckZbZjb4m2UNDIKQpAtqDravL-T5heu_CPTRFlQqmwaFA58Dbv01fw6GWbD1K8d0kSxcBsP4BC_rYhPTqW-eB2inCU6Z_38mwJInpRVCq/s1600/images.jpg

Friday, December 13, 2013

2 Mengapa Telinga Kita Menjadi ‘Budeg’ Ketika Naik Pesawat?


Bagi kalian yang sering naik pesawat pasti pernah mengalami fenomena ini. Telinga kita terasa sedikit budeg ketika pesawat telah melaju tinggi di angkasa. Mengapa hal ini terjadi? Dan mengapa pula ke-budeg-an itu lenyap ketika kita menelan ludah? Mari kita bahas fenomena menarik ini.

Di dalam atmosfer, udara tindih-menindih. Udara yang ada di atas menindih udara di bawahnya. Akibatnya, udara yang berada di bawah mengalami tekanan yang lebih besar daripada udara yang berada di atas. Jadi, jika kita menuju tempat yang lebih tinggi, kita akan mendapati tekanan udara yang lebih rendah. Semakin ke atas, semakin rendah tekanan udaranya.

Di dalam telinga, terdapat gendang telinga (ear drum). Dalam proses mendengar, gendang telinga bergerak maju mundur untuk meneruskan getaran suara yang merambat di udara. Sinyal getaran ini kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak sehingga kita dapat mendengar suara yang bersangkutan. Karena gendang telinga dapat bergerak maju mundur, maka gendang telinga bersifat elastis yang dapat terdorong oleh suatu tekanan. Berikut ini adalah ilustrasi anatomi telinga kita.
Gendang telinga berada di antara dua ruang, yaitu ruang di dalam telinga dan ruang yang terhubung dengan udara luar. Gendang telinga bekerja secara normal jika tekanan udara di kedua ruang ini sama besar. 

Ketika kita mulai melangkah masuk ke pesawat, kita masih berada di permukaan bumi dengan tekanan udara yang besar. Kedua ruang di telinga sama-sama mengandung udara dengan tekanan yang sama besar. Akan tetapi, ketika pesawat telah tinggal landas dan mencapai ketinggian di atas awan, tekanan udara di ruang pesawat menurun drastis, sedangkan tekanan udara di dalam telinga kita masih tinggi seperti ketika masih berada di permukaan bumi. Tekanan udara yang lebih besar di ruang dalam telinga inilah yang mendorong gendang telinga ke arah luar. Kondisi ini menyebabkan gendang telinga kita tidak berada pada posisi seimbang. Inilah sebabnya kita merasa sedikit budeg, karena posisi gendang telinga kita tidak normal seperti ketika kita berada di permukaan bumi.

Simak kembali gambar anatomi telinga di atas. Di dalam telinga kita ada saluran yang bernama Eustachian tube. Saluran Eustachian ini menghubungkan antara ruang dalam telinga dan saluran pernafasan kita. Saluran Eustachian normalnya berada dalam kondisi tertutup. Saluran ini akan terbuka ketika kita menelan ludah. Nah, ketika dalam keadaan terbuka inilah, udara dari luar dapat masuk ke ruang dalam telinga.

Jadi, ketika kita menelan ludah di dalam pesawat, saluran Eustachian terbuka, sehingga udara bertekanan rendah masuk ke dalam ruang telinga kita. Hal ini menyebabkan tekanan udara menjadi seimbang kembali, antara ruang luar dan ruang dalam telinga. Kedua ruang tersebut kini sama-sama bertekanan rendah. Karena tekanannya sudah sama, maka gendang telinga kembali ke posisi normal dan kita pun tidak budeg lagi ^_^


Itulah sebabnya kita sering ditawari permen oleh para pramugari di pesawat. Memakan permen membuat kita lebih sering menelan ludah, sehingga saluran Eustachian lebih sering terbuka untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga kita.

*******
Ditulis Oleh DONI ARIS YUDONO

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Eustachian_tube

Sumber Gambar:
http://d277vln4jzkhhg.cloudfront.net/wp-content/uploads/girl-private-jet-service.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Ear-anatomy-text-small-en.svg

Thursday, December 5, 2013

8 Bagaimana Cara PLN Mendapatkan Listrik?


Peradaban manusia modern sudah sangat ketergantungan terhadap listrik. Jika saja pada suatu hari Tuhan mencabut kekuatan listrik dari muka bumi, kita benar-benar akan kembali ke jaman batu. Listrik sangat vital bagi kehidupan masyarakat dan oleh sebab itu penyediaannya dimonopoli oleh Negara, dalam hal ini PLN. Siapa tahu Anda pernah bertanya dalam benak: Bagaimana cara PLN mendapatkan listrik?

Energi bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah-ubah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Sebagai contoh, bola yang bergerak memiliki energi kinetik. Energi kinetik bola tersebut didapatkannya dari energi kinetik kaki yang menendangnya. Energi kinetik kaki didapatkan dari energi kimia berupa nasi yang dimakan oleh si penendang. Nasi (padi) mendapatkan energi kimianya dari energi cahaya matahari. Maka dapatlah kita katakan bahwa energi matahari, melalui proses panjang tadi, telah berubah menjadi energi kinetik pergerakan bola.

Begitu pula dengan energi listrik. PLN tidak mampu membuat listrik. PLN hanya dapat mengubah energi selain listrik untuk memperoleh energi listrik. Pada banyak kasus, jenis energi utama yang PLN butuhkan untuk memperoleh listrik adalah energi kinetik (pergerakan). Mengapa demikian? Mari kita simak ilustrasi sederhana alat pembangkit tenaga listrik (generator) berikut ini.
Generator bekerja berdasarkan prinsip bahwa arus listrik akan timbul jika sebuah konduktor bergerak memotong suatu medan magnet. Jadi, untuk dapat menghasilkan listrik, tugas kita adalah membuat suatu konduktor berputar di dalam medan magnetik. Pada ilustrasi di atas, dicontohkan bahwa sumber tenaga untuk memutar konduktor adalah gerakan tangan manusia. Akan tetapi, hal ini tentu merepotkan manusia (^_^), sehingga perlu dicari sumber tenaga lain untuk memutar konduktor itu. Para insinyur kemudian menghubungkan konduktor tersebut dengan turbin (baling-baling). Jika turbin berputar, konduktor juga akan ikut berputar, dan listrik pun diperoleh. 
Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Maka diletakkanlah generator berturbin itu di daerah berangin kuat. Tiupan angin menggerakkan turbin, turbin menggerakkan konduktor di dalam generator, sehingga listrik pun didapatkan. Tenaga pergerakan angin diubah menjadi energi listrik. Bisa juga generator diletakkan di bawah air terjun. Jatuhan air terjun akan menggerakkan turbin, sehingga listrik pun diperoleh. Jadi, tantangannya adalah menemukan cara untuk menggerakkan turbin generator dengan menggunakan energi alam. Genset, yang biasa dipakai orang-orang untuk menghasilkan listrik di kala mati lampu, bekerja dengan prinsip serupa. Pembakaran solar di dalam genset menimbulkan ledakan kecil yang menggerakkan piston. Piston kemudian menggerakkan turbin.
Genset
Berkat adanya teknologi mesin uap yang dikembangkan oleh James Watt, tenaga penggerak turbin generator dapat pula berasal dari energi panas. Caranya, air dipanaskan sehingga menghasilkan uap yang dialirkan melalui pipa. Uap panas berisi banyak energi sehingga memiliki daya dorong. Daya dorong uap inilah yang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin generator sehingga listrik pun tercipta. Dalam hal ini, sumber panasnya dapat bermacam-macam. Bisa dari pembakaran batu bara, panas bumi, atau reaksi nuklir.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:

 

DETEKTIF FISIKA Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates