Jika kita menyalakan sebuah lilin, lalu lilin yang sedang terbakar itu kita
tutup dengan gelas, maka api lilin tersebut akan segera padam. Hal ini terjadi
karena proses pembakaran mengkonsumsi oksigen dan menghasilkan karbondioksida.
Ketika lilin kita tutup dengan gelas, pasokan oksigen menjadi terhambat sehingga
si api pun menemui ajalnya :D
![]() |
| Nyala lilin akan padam jika ditutup dengan gelas |
Kita pun bertanya, di angkasa luar itu tidak ada oksigen, namun mengapa
matahari tetap bisa terbakar?? Mungkin ada sebagian dari Anda yang menduga
bahwa matahari juga memiliki lapisan atmosfer seperti bumi yang mengandung
oksigen. Dugaan ini keliru. Matahari tidak punya lapisan oksigen. Apa yang
terjadi pada matahari berbeda dengan proses pembakaran di bumi. Oleh sebab itu,
sebenarnya tidaklah tepat jika dikatakan bahwa matahari itu terbakar, karena
apa yang disebut “terbakar” itu merupakan reaksi oksidasi yang membutuhkan
kehadiran oksigen.
![]() |
| Rumah terbakar: Harus ada oksigen agar bisa terjadi |
Matahari tidak membutuhkan oksigen untuk dapat menghasilkan panas,
sehingga matahari tidak terbakar. Panas yang dihasilkan oleh matahari bukan
berasal dari reaksi oksidasi, melainkan reaksi fusi. Reaksi fusi adalah proses penggabungan dua atom yang “ringan”
menjadi sebuah atom yang lebih “berat”. Bahan utama penyusun matahari adalah
hidrogen. Atom hidrogen adalah atom yang “ringan”. Tubuh matahari mengandung
tekanan yang luar biasa tinggi sehingga tekanan ini memaksa dua atom hidrogen
bergabung (fusi) untuk membentuk atom helium yang lebih “berat” daripada atom
hidrogen. Akan tetapi, dalam proses fusi ini, tidak semua partikel atom
hidrogen terpakai untuk membentuk atom helium. Sebagian dari partikel atom
hidrogen lepas menjadi energi. Ini adalah penjelasan umum reaksi fusi matahari.
Sekarang mari kita bahas secara lebih mendetail.
Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Jumlah proton menentukan
jenis atom. Sebagai contoh, jika suatu atom memiliki 1 buah proton, maka ia
adalah atom hidrogen, sedangkan jika memiliki 2 buah proton, maka ia adalah
atom helium. Satu jenis atom dapat memiliki jumlah neutron yang berbeda.
Contoh, atom hidrogen ada yang memiliki 1 buah neutron (disebut deuterium) dan ada
pula yang memiliki 2 buah neutron (disebut tritium). Baik deuterium maupun
tritium sama-sama merupakan atom hidrogen karena memiliki 1 buah proton. Jadi, deuterium
memiliki 1 proton dan 1 neutron, sedangkan tritium memiliki 1 proton dan 2
neutron.
Di dalam tubuh matahari, tekanannya sangat besar sehingga memaksa deuterium dan tritium melebur/bergabung menjadi satu. Alhasil, dari peleburan (fusi) ini terbentuk atom baru yaitu helium yang memiliki 2 proton dan 2 neutron. Dengan komposisi helium ini, tampak bahwa 1 buah neutron dari hidrogen tidak terpakai. Neutron yang tak terpakai inilah yang menjadi sumber energi bagi matahari. Mari kita lihat skema di bawah ini agar lebih jelas.
Nah, dari proses fusi inilah matahari mendapatkan energi sehingga dapat memasok panas untuk bumi. Karena reaksi fusi bukanlah pembakaran, maka sebetulnya tidak ada api di matahari. Reaksi fusi dapat terjadi tanpa kehadiran oksigen, sehingga matahari tetap dapat “menyala” di angkasa yang hampa udara.
*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono
SUMBER GAMBAR:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMH3molDvKWRA_MgiH1YCJ_AdM7HDqO8YwBHDhIxp5HTUOIcMqYZVkkILpJEf6D8dmys7sswDaJuGrGHMciy55EhsOE8-SuvCglKedd0p81AX5R9inVmwJ5M6UNC5T2I-eytud91qf3Sg/s1600/dampak+badai+matahari.jpg
http://www.orbitdigital.net/sites/default/files/styles/panopoly_image_featured/public/Cover%20Tut%20Lilin.jpg?itok=yK2j0j55
http://images.dailytech.com/nimage/Fusion_Reaction_Diagram_Wide.jpg
http://www.orionrestoration.com/Portals/138777/images/Fire1.jpg
http://ircamera.as.arizona.edu/NatSci102/NatSci102/images/atoms.jpg























