Friday, April 4, 2014

21 Mengapa Matahari Bisa Terbakar Di Angkasa Yang Hampa Udara?


Jika kita menyalakan sebuah lilin, lalu lilin yang sedang terbakar itu kita tutup dengan gelas, maka api lilin tersebut akan segera padam. Hal ini terjadi karena proses pembakaran mengkonsumsi oksigen dan menghasilkan karbondioksida. Ketika lilin kita tutup dengan gelas, pasokan oksigen menjadi terhambat sehingga si api pun menemui ajalnya :D

Nyala lilin akan padam jika ditutup dengan gelas

Kita pun bertanya, di angkasa luar itu tidak ada oksigen, namun mengapa matahari tetap bisa terbakar?? Mungkin ada sebagian dari Anda yang menduga bahwa matahari juga memiliki lapisan atmosfer seperti bumi yang mengandung oksigen. Dugaan ini keliru. Matahari tidak punya lapisan oksigen. Apa yang terjadi pada matahari berbeda dengan proses pembakaran di bumi. Oleh sebab itu, sebenarnya tidaklah tepat jika dikatakan bahwa matahari itu terbakar, karena apa yang disebut “terbakar” itu merupakan reaksi oksidasi yang membutuhkan kehadiran oksigen.

Rumah terbakar: Harus ada oksigen agar bisa terjadi
  
Matahari tidak membutuhkan oksigen untuk dapat menghasilkan panas, sehingga matahari tidak terbakar. Panas yang dihasilkan oleh matahari bukan berasal dari reaksi oksidasi, melainkan reaksi fusi. Reaksi fusi adalah proses penggabungan dua atom yang “ringan” menjadi sebuah atom yang lebih “berat”. Bahan utama penyusun matahari adalah hidrogen. Atom hidrogen adalah atom yang “ringan”. Tubuh matahari mengandung tekanan yang luar biasa tinggi sehingga tekanan ini memaksa dua atom hidrogen bergabung (fusi) untuk membentuk atom helium yang lebih “berat” daripada atom hidrogen. Akan tetapi, dalam proses fusi ini, tidak semua partikel atom hidrogen terpakai untuk membentuk atom helium. Sebagian dari partikel atom hidrogen lepas menjadi energi. Ini adalah penjelasan umum reaksi fusi matahari. Sekarang mari kita bahas secara lebih mendetail.



Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Jumlah proton menentukan jenis atom. Sebagai contoh, jika suatu atom memiliki 1 buah proton, maka ia adalah atom hidrogen, sedangkan jika memiliki 2 buah proton, maka ia adalah atom helium. Satu jenis atom dapat memiliki jumlah neutron yang berbeda. Contoh, atom hidrogen ada yang memiliki 1 buah neutron (disebut deuterium) dan ada pula yang memiliki 2 buah neutron (disebut tritium). Baik deuterium maupun tritium sama-sama merupakan atom hidrogen karena memiliki 1 buah proton. Jadi, deuterium memiliki 1 proton dan 1 neutron, sedangkan tritium memiliki 1 proton dan 2 neutron. 

Di dalam tubuh matahari, tekanannya sangat besar sehingga memaksa deuterium dan tritium melebur/bergabung menjadi satu. Alhasil, dari peleburan (fusi) ini terbentuk atom baru yaitu helium yang memiliki 2 proton dan 2 neutron. Dengan komposisi helium ini, tampak bahwa 1 buah neutron dari hidrogen tidak terpakai. Neutron yang tak terpakai inilah yang menjadi sumber energi bagi matahari. Mari kita lihat skema di bawah ini agar lebih jelas.


Nah, dari proses fusi inilah matahari mendapatkan energi sehingga dapat memasok panas untuk bumi. Karena reaksi fusi bukanlah pembakaran, maka sebetulnya tidak ada api di matahari. Reaksi fusi dapat terjadi tanpa kehadiran oksigen, sehingga matahari tetap dapat “menyala” di angkasa yang hampa udara.
  
*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

SUMBER GAMBAR:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMH3molDvKWRA_MgiH1YCJ_AdM7HDqO8YwBHDhIxp5HTUOIcMqYZVkkILpJEf6D8dmys7sswDaJuGrGHMciy55EhsOE8-SuvCglKedd0p81AX5R9inVmwJ5M6UNC5T2I-eytud91qf3Sg/s1600/dampak+badai+matahari.jpg
http://www.orbitdigital.net/sites/default/files/styles/panopoly_image_featured/public/Cover%20Tut%20Lilin.jpg?itok=yK2j0j55
http://images.dailytech.com/nimage/Fusion_Reaction_Diagram_Wide.jpg
http://www.orionrestoration.com/Portals/138777/images/Fire1.jpg
http://ircamera.as.arizona.edu/NatSci102/NatSci102/images/atoms.jpg

Tuesday, April 1, 2014

10 Mengapa Arah Nyala Api Selalu Ke Atas?


Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di benak Anda? Mengapa api selalu mengarah ke atas? Mengapa bukan ke kiri, ke kanan, atau ke bawah? Seperti biasa, kita akan membahasnya dengan ilmu fisika. Inilah indahnya fisika, kita dapat memahami kejadian alam.
 
Pertama-tama mari kita kenal lebih jauh apa sebenarnya api itu. Api merupakan suatu area gas di mana terjadi proses oksidasi dengan laju tinggi. Oksidasi sendiri merupakan reaksi kimia antara suatu zat dan oksigen. Contoh lain oksidasi adalah proses perkaratan besi, akan tetapi oksidasi tipe ini berlangsung lama, sedangkan oksidasi pada api berlangsung sangat cepat. Reaksi oksidasi yang terjadi pada api membebaskan banyak energi sehingga timbul panas dan cahaya. Itulah sebabnya api menghasilkan panas dan memancarkan cahaya.

Beri berkarat: Proses oksidasi
Terjadinya api merupakan salah satu aplikasi sederhana dari teori Einstein yang terkenal, E = mc2, yaitu bahwa massa dan energi adalah setara. Untuk menghasilkan energi, kita perlu menghancurkan massa. Begitu pula api. Dengan menghancurkan (membakar) massa dalam sebatang kayu, kita mendapatkan energi (api).

Karena api menghasilkan panas, maka gas yang menjadi tempat kobaran api ikut menjadi panas. Ketika gas dalam keadaan panas, molekul gas tersebut bergerak makin cepat sehingga terpisah semakin jauh satu dengan lainnya. Hal ini mengakibatkan gas panas itu mengalami pemuaian (volumenya membesar). Karena terjadi pertambahan volume, maka massa jenis gas itu mengecil (menjadi lebih ringan). Sementara itu, gas udara di sekitar api (yang lebih dingin) memiliki massa jenis lebih besar (lebih berat). Alhasil, gas panas api bergerak ke atas (terjadi efek apung). Ketika gas panas api naik, udara sekitar yang lebih dingin turun mengisi kekosongan. Udara inipun terbakar dan membentuk api sehingga kembali bergerak ke atas. Begitu seterusnya.

Jika kita analisis lebih jauh, udara dingin yang berat dapat bergerak turun mengganti posisi gas api karena udara dingin tersebut ditarik oleh gaya gravitasi. Jadi, dapatlah kita katakan bahwa arah nyala api selalu berlawanan dengan arah gaya gravitasi. 

Muncul pertanyaan lanjutan, apakah kita bisa menyalakan lilin di luar angkasa? Jawabannya adalah tidak bisa, karena api terbentuk dari proses oksidasi sehingga harus ada oksigen. Di luar angkasa tidak ada oksigen sehingga api tidak bisa terjadi. Jika kita membawa suatu tabung berisi oksigen ke luar angkasa, barulah kita dapat menyalakan lilin di sana. Ketika lilin telah menyala dalam tabung, ke manakan arah apinya? Apinya akan mengarah berlawanan dengan arah gravitasi. Jika gravitasi mengarah ke kanan, maka api mengarah ke kiri. Jika gravitasi mengarah ke atas, maka api mengarah ke bawah. Andaikata lilin tersebut dinyalakan di tempat yang bebas gravitasi, maka apinya akan mengarah ke segala arah secara acak.


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

SUMBER GAMBAR:
http://blog.covenantpeace.com/wp-content/uploads/2013/04/Candle-red-flame-close-up-iStock_000001094246XSmall.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2Zpmu4oNAyqSTKiGEjUB4pZOx62rDjGj-WnSnzOfU66Sxo5Hjk44nS45UDHgrVZou29KP_m2ow2pog9vugjWWyOy5toMolunrMVnX3uToM1YXCATgH0i2CIsACJUL5nthOBYQgGUctLFp/s1600/corrosion.jpg

Friday, March 28, 2014

8 Benarkah Ada Yang Lebih Cepat Daripada Cahaya?


Pada pertengahan abad 20, Albert Einstein mendobrak kemapanan ilmu sains dengan teori relatifitasnya. Teori fisika yang ada saat ini banyak mengacu pada teori Einstein tersebut. Fondasi utama dari teori relatifitas adalah bahwa batas maksimal kecepatan di alam raya ini adalah kecepatan cahaya, yaitu sekitar 300.000 km per detik.  Sang jenius Einstein menyatakan bahwa cahayalah raja kecepatan. Tidak ada yang bisa lebih cepat daripada cahaya.

Albert Einstein

Reputasi kecepatan cahaya ini bertahan hingga tahun 2011 ketika, secara mengejutkan, para ilmuwan yang menggarap proyek penelitian OPERA menemukan bahwa partikel neutrino dapat bergerak lebih cepat daripada cahaya! Apakah si jenius Albert Einstein melakukan kesalahan dalam menyusun teorinya? Untuk dapat memahami kasus ini dengan baik, mari kita perjelas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan partikel neutrino dan proyek OPERA. 

Neutrino merupakan salah satu partikel sub atomik dasar. Ia memiliki massa, meskipun sangat kecil, namun ia tak memiliki muatan listrik alias netral. Secara alami, neutrino terbentuk dari proses peluruhan radioaktif tertentu. Neutrino juga bisa dimunculkan secara buatan dengan jalan menabrakkan proton berkecepatan tinggi pada grafit. Hasil tabrakan tersebut akan memecah proton menjadi beberapa elemen yang lebih sederhana, dan salah satu elemen pecahan tersebut adalah neutrino.

OPERA merupakan singkatan dari Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus. Proyek penelitian OPERA ini pada intinya bertujuan untuk mempelajari karakter neutrino. Proyek OPERA dilakukan melalui kerjasama dua laboratorium sains besar dunia, yaitu CERN di Swiss dan LNGS di Italia. Dalam memunculkan neutrino dari tabrakan proton, para peneliti OPERA memanfaatkan Large Hadron Collider (LHC), yang merupakan salah satu alat eksperimen sains termahal  dan terbesar di dunia.

Sebagian kecil ruangan dari Large Hadron Collider

Para peneliti OPERA mempelajari pergerakan neutrino yang mereka tembakkan dari CERN Swiss menuju LNGS Italia yang berjarak 731,28 km. Ketika mereka mengukur waktu yang diperlukan neutrino untuk menempuh jarak itu, didapatkan bahwa waktunya adalah 2,43922 milisecond. Para peneliti itupun kaget, karena hasil pengukuran waktu tersebut lebih kecil 0,006 milisecond daripada waktu yang diperlukan cahaya untuk menempuh jarak yang sama. Dengan kata lain, neutrino bergerak lebih cepat daripada cahaya! Kecepatan cahaya adalah 299.792 km/sec, sedangkan kecepatan neutrino adalah 299.800 km/sec.

Penemuan ini tidak masuk akal karena bertolak belakang dengan teori Albert Einstein. Cahaya merupakan yang tercepat di alam semesta karena cahaya tidak memiliki massa. Meskipun sangat kecil, partikel neutrino tetap memiliki massa sehingga tidak mungkin bisa lebih cepat daripada cahaya. 

Takjub, para peneliti OPERA pun menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk memeriksa kembali keadaan alat eksperimen dan semua kalkulasi mereka. Akan tetapi, mereka tidak menemukan kesalahan apapun. Yakin dengan hasil yang didapatkan, penemuan ini pun dipublikasikan pada September 2011. Terang saja, kecepatan neutrino yang melebihi kecepatan cahaya segera menjadi topik hangat perbincangan internasional, termasuk juga perdebatan mengenai kebenarannya. Dunia mulai meragukan keabsahan teori Einstein. 

Akan tetapi pada akhirnya para peneliti OPERA menemukan bahwa terdapat dua kelemahan pada desain eksperimen mereka sehingga berujung pada kesalahan pengukuran waktu tempuh partikel neutrino. Kelemahan pertama adalah bahwa fiber optiknya tidak terpasang secara baik, dan kelemahan kedua adalah bahwa pengukur waktu osilatornya bergetar terlalu cepat. Ralat ini mereka umumkan pada Maret 2012. Mereka menegaskan bahwa kecepatan neutrino tidak lebih cepat daripada kecepatan cahaya dan masih kosisten dengan teori yang diajukan Albert Einstein.

Jadi, cahaya masih merupakan Raja Kecepatan di alam semesta ini, dan kejeniusan Einstein tidak terbantahkan lagi.


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

REFERENSI:
http://en.wikipedia.org/wiki/Faster-than-light_neutrino_anomaly
http://en.wikipedia.org/wiki/Neutrino
http://en.wikipedia.org/wiki/OPERA_experiment

SUMBER GAMBAR:
http://i.huffpost.com/gen/1055913/thumbs/o-SPEED-OF-LIGHT-facebook.jpg
http://25.media.tumblr.com/938ebaea01dc77638faa08482779dec6/tumblr_mjo1xa0Haw1r5j2gro1_1280.jpg
http://www.wired.com/images_blogs/wiredscience/images/2008/09/09/lhc4.jpg

Thursday, March 20, 2014

0 Download Rangkuman Fisika IGCSE

http://www.4shared.com/file/tkUZfsaCce/Grand_Summary_IGCSE_Physics__b.html

Baru saja saya menyusun sebuah rangkuman tentang seluruh materi fisika untuk program internasional Cambridge IGCSE. Rangkuman ini sebenarnya saya buat untuk para murid saya di IGCSE yang sedang menghadapi ujian akhir, akan tetapi bagi yang berminat mempelajarinya, silakan didownload. Berhubung saya mengajar di program internasional, maka rangkuman ini saya susun dalam bahasa Inggris.

Bahan pembelajaran ini saya buat untuk kepentingan pendidikan. Dimohon kepada para pendownload untuk tidak memperjualbelikannya. Juga, dimohon agar tetap menghormati keaslian identitas penyusun. Terimakasih. Selamat belajar fisika. 

Klik link berikut ini untuk mendownload:










Thursday, February 20, 2014

2 Mengapa Kondisi Panas Membuat Bau Badan Lebih Jelas Tercium?


Wajah secakep apapun, penampilan semanis bagaimanapun, kalau bau… Percuma saja ^_^ Akan tetapi bau badan memang sulit kita hindari, khususnya bagi mereka yang bekerja secara aktif, apalagi di bawah kondisi terik matahari. Ada juga yang badannya bau karena malas mandi :D Namun ada satu yang menarik tentang hal ini: Bau badan kita lebih jelas tercium di kondisi panas daripada di kondisi dingin. Mengapa demikian? 

Pertama-tama kita bahas terlebih dahulu mengapa timbul bau pada badan kita. Aktifitas yang padat membuat tubuh kita membakar banyak cadangan makanan sebagai energi untuk bekerja. Proses “pembakaran” ini menghasilkan produk sampingan, yaitu panas tubuh yang berlebih. Sebagai mekanisme stabilisasi suhu, tubuh kita berusaha mengeluarkan panas berlebih itu dengan mengeluarkan keringat. Itulah sebabnya kita berkeringat ketika bekerja keras secara fisik. 

Beraktifitas membuat tubuh kita berkeringat

Keringat tak hanya air. Ia juga mengandung natrium klorida (bahan pembentuk garam dapur; itulah sebabnya air keringat terasa asin ^_^) dan metilfenol. Metilfenol bersifat volatil, yaitu mudah menguap sehingga aromanya dapat tercium. 

Akibat berkeringat, kulit kita menjadi lembab. Kondisi ini mendukung aktifitas bakteri. Seperti halnya manusia, bakteri juga “pipis dan buang air” ^_^ atau lebih elegan kita katakan: menghasilkan produk buangan. Seiring waktu, produk buangan bakteri menumpuk pada kulit kita, dan produk buangan ini, tentu saja, berbau tak sedap. Bau tak sedap ini menempel pada zat metifenol keringat dan berpotensi untuk menguap.

Bakteri di kulit: Biang kerok bau badan tak sedap

Ketika kondisi udara sedang panas, terdapat banyak energi di dalam molekul udara. Sebagian energi ini kemudian berpindah (ditransfer) ke kulit kita. Karena mendapat pasokan energi dari udara yang panas, molekul metifenol yang telah bercampur dengan produk buangan bakteri akan bergerak lebih cepat dan lepas dari kulit. Mereka akhirnya mengalami proses penguapan, menyebar ke segala arah, hingga akhirnya masuk ke hidung orang dan tercium sebagai bau tak sedap. 

Ketika kondisi udara sedang dingin, misalnya di ruangan ber-AC, molekul metifenol tidak mendapat cukup energi untuk menguap dalam jumlah banyak, sehingga bau badan kita tidak begitu tercium. Itulah sebabnya, orang-orang yang tinggal di daerah dingin jarang mandi ^_^

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://cdn.sheknows.com/articles/2013/09/Rebekah/bad-odor.jpg
http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01899/bacteria-on-skin_1899719i.jpg
http://l.yimg.com/ea/im_siggUzmYqOs7veoGbaL4PRQQ4A---x360-q80/img/-/120215/nadal_sweating_17jm1sf-17jm1su.jpg
  
Referensi: 
 http://id.wikipedia.org/wiki/Keringat

Wednesday, February 19, 2014

19 Bagaimana Cara Menguji Kemurnian Emas?


Emas, logam yang satu ini digemari banyak orang. Nilainya cenderung stabil bahkan meningkat. Ketinggian harganya membuat banyak alam dirusak dalam proses eksploitasinya. Oleh sebab itu, banyak orang merasa perlu untuk mengetahui cara menguji suatu emas apakah ia murni atau telah dicampur dengan logam lain. Di masyarakat, seringkali kita jumpai cara-cara praktis untuk menguji keaslian emas, misalnya dengan cara menggoreskannya di tembok putih. Apabila goresannya tampak serupa goresan pensil, maka itu emas asli. Akan tetapi cara-cara seperti ini cenderung tidak ilmiah. Kali ini saya akan memberi tahu cara ilmiah sederhana untuk menguji keaslian emas.

Lokasi Eksploitasi Emas

Dalam ilmu fisika, dikenal konsep tentang massa jenis. Massa jenis adalah suatu perbandingan (rasio) antara massa bahan dengan volumenya. Bahan yang struktur molekulnya lebih rapat memiliki massa jenis yang lebih besar daripada bahan yang struktur molekulnya lebih renggang. Sebagai contoh, massa jenis batu lebih besar daripada massa jenis kapas, karena molekul batu lebih rapat daripada molekul kapas. Untuk volume yang sama, batu lebih berat daripada kapas. Untuk massa yang sama, kapas berukuran lebih besar daripada batu.

Untuk volume yang sama, batu lebih berat daripada kapas.

Nah. Massa jenis bersifat khas untuk bahan tertentu. Hal ini terjadi karena tiap bahan memiliki kekhasan dalam hal kerapatan molekul-molekulnya. Besi memiliki nilai massa jenisnya sendiri. Alumunium, air, bensin, dan raksa, mereka juga memiliki nilai massa jenisnya masing-masing. Berbeda bahan, berbeda pula nilai massa jenisnya. Begitu pula emas. Massa jenis emas murni adalah 19.300 kg/m3. Jadi, cara untuk menguji keaslian emas adalah dengan mengukur nilai massa jenisnya. Jika suatu perhiasan bermassa jenis 19.300 kg/m3, berarti itu emas murni. Jika massa jenis perhiasan itu bukan 19.300 kg/m3, berarti bukan emas murni, mungkin kuningan, atau emas campuran. Massa jenis emas dapat pula dinyatakan dalam satuan lain, yaitu 19,3 g/cm3

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara mengukur massa jenis?

Seperti yang telah saya utarakan tadi, massa jenis adalah  perbandingan (rasio) antara massa bahan dengan volumenya. Rumusnya adalah massa jenis = massa per volume. Pengukuran massa dapat dilakukan dengan mudah, yaitu menggunakan timbangan elektronik.
Timbangan elektronik untuk mengukur massa

Pengukuran volume dilakukan dengan teknik “kenaikan cairan.” Caranya, isi sebuah tabung ukur dengan air secukupnya dan baca volume air tersebut mula-mula. Kemudian masukkan perhiasan yang mau kita ukur massa jenisnya. Kehadiran perhiasan di dalam tabung ukur membuat permukaan airnya naik. Volume perhiasan adalah sama dengan volume air yang naik. 

Teknik "Kenaikan Cairan" untuk mengukur volume

Setelah didapatkan massa dan volumenya, maka massa jenis pun bisa dihitung dengan menggunakan rumus yang tadi telah dipaparkan.

Demikianlah cara menguji kemurnian emas, yaitu dengan konsep massa jenis. Seorang penipu bisa saja memalsukan suatu logam sehingga tampak seperti emas murni. Akan tetapi, ia tidak akan pernah bisa mengubah massa jenis logam lain agar sama seperti massa jenis emas.


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://media.rabodirect.com.au/files/2013/05/gold.jpg
http://www.rri.ro/files/Actualitate/rosia-montana-peisaj-950.png
http://202.67.224.131/pdimage/03/824303_ohaus_cl.jpg
http://www.proprofs.com/quiz-school/user_upload/ckeditor/volume.jpg
http://cdn.phillymag.com/wp-content/uploads/2012/07/egan21.jpg 
http://info.fabrics.net/wp-content/uploads/2011/03/Bales-of-Cotton.jpg

Monday, February 3, 2014

4 Mengapa Roda Mobil Terkadang Tampak Berputar Terbalik?


Bagi yang sering nonton tayangan TV tentang balapan mobil, pasti pernah menyaksikan efek ini: Arah putaran ban mobil terlihat berkebalikan dengan arah gerak mobil! Mobil bergerak ke depan namun roda terlihat berputar ke belakang! Efek seperti ini memiliki banyak julukan, antara lain wagon wheel effect, dan stroboscopic effect. Bagi yang belum mengetahui efek ini, silakan menyaksikannya melalui video berikut.
 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa penjelasannya?

Seperti yang kita ketahui, tayangan TV diperoleh dari shooting-an kamera yang merekam video. Sebuah video (gambar bergerak) sebenarnya adalah kumpulan gambar yang ditayangkan bergantian secara cepat sehingga tampak seperti kejadian yang kontinyu. Kecepatan sebuah kamera dalam merekam video bermacam-macam, dan dinyatakan dalam satuan frame per detik. Contoh, jika sebuah kamera memiliki kecepatan 300 frame per detik, berarti kamera tersebut mengambil gambar berurutan sebanyak 300 gambar dalam setiap detik. Semakin besar bilangan frame per detiknya, semakin halus pula kualitas video yang dihasilkan.

Proses pembuatan video ini dapat dengan mudah dipahami melalui kreasi flipbook, yaitu sekumpulan gambar di kertas yang ditampilkan berurutan secara cepat. Silakan simak flipbook berikut ini.


Nah, setelah paham proses pembuatan video, sekarang kita hubungkan dengan fenomena putaran ban mobil yang tampak terbalik. Jadi begini. Ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi, roda pun berputar dengan super cepat pada porosnya. Terkadang, jepretan video kamera bertepatan dengan posisi roda di belakang posisinya semula, sehingga kesan yang tampak di mata kita adalah roda itu berputar mundur, padahal sebenarnya roda itu berputar maju. Agar jelas, simak ilustrasi yang saya buat berikut ini.

 
Pada gambar di atas, sebenarnya roda berputar searah jarum jam, namun posisi titik merah pada tiap jepretan slide video semakin lama semakin bergerak ke kiri (berlawanan arah jarum jam). Akibatnya, titik merah itu tampak berputar berlawanan dengan arah putaran roda yang sebenarnya. Dengan kata lain, jepretan slide videonya terjadi ketika roda belum selesai melakukan putaran yang sempurna. Inilah penyebab terjadinya efek stroboscopic.

Efek stroboscopic tak hanya terjadi pada roda mobil, melainkan semua yang berputar, misalnya baling-baling pesawat dan baling-baling helikopter. Pada video berikut ini, jepretan slide video bertepatan dengan putaran sempurna baling-baling sebuah helicopter, sehingga baling-baling tersebut tampak seolah-olah tak berputar. Luar biasa.

  
Terkadang efek stroboscopic tak hanya terjadi pada video syutingan kamera, melainkan juga melalui tatapan mata kita secara langsung. Hal ini dapat dipahami karena mata kita pun memiliki keterbatasan frame per detiknya, sehingga ketika kecepatan roda terlampau tinggi, mata kita tak mampu lagi mengikuti gerakan roda sejengkal demi sejengkal dan ini berpotensi memunculkan efek stroboscopic.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://www.freeehdwallpapers.com/wp-content/uploads/2013/12/3.Running-Ferrari-Sports-Car.jpg

Monday, January 20, 2014

1 Mengapa Air Laut Rasanya Asin?


Mengapa air laut rasanya asin? Tentu karena mengandung banyak garam. Sekarang pertanyaannya, mengapa air laut mengandung banyak garam? Dari mana garam-garam tersebut berasal?

Kita tahu bahwa garam yang biasa dipakai untuk memasak adalah NaCl (Natrium Klorida). Akan tetapi, ada banyak jenis garam lain yang juga asin rasanya. Garam adalah salah satu bentuk mineral. Mineral adalah bahan penyusun bebatuan. Jadi, sebetulnya garam berasal dari batu. Lantas dari mana asal batu? Batu berasal dari magma yang membeku. Magma berasal dari letusan gunung berapi. Dengan demikian, garam pada mulanya berasal dari perut bumi.

Ketika bebatuan terhempas oleh air, lapisan garamnya terkelupas sedikit demi sedikit dan hanyut bersama air. Proses erosi ini akan berlangsung lebih cepat jika airnya bersifat asam. Salah satu sumber utama air asam adalah air hujan. Di dalam laut terdapat banyak bebatuan, dan bebeatuan itu adalah salah satu sumber garam di laut. Bebatuan dari daratan juga menyumbang garam untuk laut. Ketika hujan turun membasahi bumi, air hujan melapukkan bebatuan di daratan dan melarutkan garam. Air dengan kandungan garam ini kemudian mengalir melalui sungai hingga akhirnya ke laut. Jadi, laut senantiasa mendapat pasokan garam dari daratan.

Lantas, jika air sungai mengandung garam, mengapa rasanya tawar? Jawabannya adalah, air sungai terasa tawar karena kadar garamnya sangat sedikit, sehingga asinnya tidak terasa.

Secara alami, garam yang telah terkumpul di laut tidak dapat kembali ke daratan. Ketika dipanasi oleh cahaya matahari, air laut menguap sedangkan garamnya tetap tertinggal karena terlalu berat (tidak ikut menguap). Akibatnya, air laut, yang awalnya terasa tawar, semakin lama semakin asin. Proses “pengasinan” ini telah berlangsung selama ribuan tahun hingga akhirnya air laut seasin sekarang.


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
http://webneel.com/wallpaper/sites/default/files/images/04-2013/20-beach-sea-photography.jpg

Saturday, January 11, 2014

1 Mengapa Kematangan Durian Dapat Diketahui Dengan Cara Memukulnya?


Durian. Buah yang satu ini banyak penggemarnya, meski tak sedikit pula yang mencium baunya saja sudah mau muntah ^_^ BTW, saya termasuk penggemar durian :D

Ketika membeli durian, terdapat beberapa tips agar kita mendapatkan durian yang matang. Salah satu tips itu adalah memukul-mukul kulitnya dengan pisau atau parang. Jika durian menghasilkan bunyi yang dalam ketika dipukul, yaitu “bluk... bluk...”, maka durian tersebut telah matang. Akan tetapi bila bunyinya dangkal, yaitu “plek... plek...”, maka durian tersebut masih mentah. Kok bisa begitu ya?

Dari segi struktur buah, durian mentah berbeda dengan durian matang. Durian mentah memiliki komponen-komponen buah yang masih saling menempel satu sama lain, sehingga strukturnya rapat tak berongga. Akibatnya, ketika kita memukul kulitnya, rambatan getaran bunyi teredam pada bagian dalam buah. Getaran yang dominan hanyalah getaran pada kulit (permukaan) saja, sehingga bunyinya menjadi “plek... plek...”

Durian yang matang memiliki komponen-komponen buah yang mulai terlepas satu sama lain, sehingga strukturnya longgar berongga. Akibatnya, ketika kita memukul kulitnya, redaman getaran menjadi berkurang. Selain itu, rambatan getaran bunyinya juga menggetarkan udara di dalam rongga buah tersebut. Alhasil, bunyinya menjadi “bluk... bluk...”

Fenomena perbedaan bunyi durian mentah dan matang ketika dipukul ini mirip dengan perbedaan suara gitar akustik dan gitar listrik yang tidak terhubung pada ampli. Gitar akustik memiliki rongga, sehingga ia memiliki suara yang dalam karena getaran senarnya menggetarkan pula udara di dalam rongga gitar. Gitar listrik tidak memiliki rongga seperti itu, jadi ketika senarnya dipetik, suaranya dangkal karena hanya berasal dari getaran permukaan saja.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
 

DETEKTIF FISIKA Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates