Sunday, December 21, 2014

0 Bagaimana Cara Memisahkan Campuran Alkohol Dan Air?


Misalkan Anda memiliki segelas air yang tercampur dengan pasir. Bagaimana cara memisahkan air dan pasir tersebut? Caranya adalah dengan menggunakan saringan. Namun bagaimana jika air dan alkohol tercampur? Mereka saling terlarut satu sama lain dan sama-sama transparan. Apa cara yang dapat dipakai untuk memisahkan mereka? 

Pada kasus pemisahan campuran air dan pasir, dasar yang dipakai adalah bahwa air dan pasir memiliki ukuran partikel yang berbeda, sehingga saringan dapat dipakai. Ukuran partikel pasir lebih besar daripada ukuran saringan, sehingga pasir tertahan di saringan. Sementara itu, ukuran partikel air jauh lebih kecil daripada ukuran saringan sehingga air dapat lolos melewati saringan. Maka, terpisalahlah air dan pasir tersebut.

Pada kasus campuran air dan alkohol, semuanya berupa cairan sehingga tidak dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Cara pemisahannya adalah dengan menggunakan perbedaan titik didih. Titik didih alkohol (70 oC)  lebih rendah daripada titik didih air(100 oC). Proses pemisahan cairan berdasarkan titik didih seperti ini dinamakan DISTILASI. Gambar berikut merupakan ilustrasi proses distilasi.

Proses Distilasi

Campuran alkohol dan air diletakkan di botol sebelah kiri dan dipanaskan. Pemanasan dilakukan pada suhu maksimum 70 oC. Pada suhu ini, alkohol mendidih dan menguap, sedangkan air tetap tinggal karena air butuh suhu lebih panas yaitu 100 oC untuk dapat mendidih. Uap alkohol kemudian bergerak memasuki tabung pendinginan. Pendinginan dilakukan dengan cara mengalirkan air keran secara terus-menerus sehingga energi panas uap alkohol diserap oleh air tersebut dan dibawa pergi. Uap alkohol pun mendingin sehingga kembali ke fase cairan (terkondensasi) dan ditampung di tabung sebelah kanan. Pada akhirnya, setelah semua alkohol selesai menguap dan pindah ke tabung sebelah kanan, hanya tersisa air di tabung sebelah kiri dan pemisahan pun selesai.


*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:

4 Apa Itu Tahun Cahaya?


Ketika membaca buku atau artikel tentang astronomi, seringkali kita temui istilah tahun cahaya, misalnya jarak galaksi Andromeda dari bumi kita adalah 2,5 juta tahun cahaya. Lantas apa maksud dari istilah TAHUN CAHAYA ini?

Meskipun mengandung unsur satuan waktu, yaitu “tahun,” sebenarnya Tahun Cahaya merupakan satuan JARAK. Jadi begini. Cahaya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan cahaya merupakan yang tercepat di alam semesta. Cahaya mencapai kecepatan maksimumnya di ruang hampa, yaitu 300.000 km/s. Artinya, dalam satu detik, cahaya mampu menempuh jarak 300.000 km. Jika Anda sulit membayangkan betapa besarnya kecepatan ini, saya beri Anda gambaran. Anda tahu bahwa bumi ini super besar. Nah, dengan kecepatan supernya, cahaya mampu mengelilingi bumi sebanyak 8 kali dalam waktu hanya 1 detik! Luar biasa cepat! 

Galaksi Andromeda: 2,5 Juta Tahun Cahaya Dari Bumi.

Sekarang mari kita hubungkan dengan astronomi. Ketika membahas mengenai jarak antar bintang atau galaksi, kita melibatkan jarak yang sangat-sangat jauh. Jarak sejauh itu akan merepotkan bila harus dinyatakan dalam satuan kilometer karena akan melibatkan angka yang banyak. Hal ini sama halnya bila anda hendak mengukur jarak antara Jakarta dan Surabaya dalam satuan centimeter! Atas dasar ini, para ilmuwan perlu membuat satuan khusus yang lebih besar untuk menyatakan jarak yang super jauh ini.

Tadi telah saya jelaskan bahwa cahaya memiliki kecepatan yang sangat besar. Dalam sedetik, cahaya menempuh jarak 300.000 km. Ini hanya dalam waktu sedetik. Dalam 2 detik, jarak yang ditempuhnya menjadi 600.000 km. Dalam 3 detik, jaraknya meningkat menjadi 900.000 km. Jika cahaya melakukan perjalanan selama satu jam, tentu jarak yang ia tempuh menjadi lebih jauh lagi. Nah, jarak satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya ketika melakukan perjalanan selama SATU TAHUN! Bayangkan, SATU DETIK saja cahaya sudah menempuh jarak yang sangat jauh, 8 kali keliling planet bumi. Apalagi SATU TAHUN! 

Cahaya: Tercepat Di Alam Semesta

Jika Anda penasaran, kita bisa hitung berapa jauhnya jarak satu tahun cahaya itu.
1 detik = 300.000 km
1 menit = 300.000 km x 60 = 18.000.000 km
1 jam = 18.000.000 km x 60 = 1.080.000.000 km
1 hari = 1.080.000.000 km x 24 = 25.920.000.000 km
1 tahun = 25.920.000.000 km x 365 = 9.460.800.000.000 km

Anda lihat sendiri, dalam satu tahun, cahaya menempuh jarak sembilan setengah TRILIUN kilometer! Ingat bahwa ini baru satu tahun. Jarak antar bintang biasanya JUTAAN tahun cahaya! Bahkan, yang lebih fantastis lagi, diameter alam semesta ini diperkirakan oleh para ilmuwan adalah sepanjang 93 MILIAR tahun cahaya. Sungguh suatu jarak yang AMAT SANGAT SUPER JAUH SEKALI. Luar biasa. 

Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan alam semesta sedemikian masif dan megahnya.

 
*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Data:

Sumber Gambar:

Wednesday, December 3, 2014

3 Mengapa Pluto Dikeluarkan Dari Keluarga Planet?


Sewaktu saya kecil dulu, banyaknya planet ada 9. Sekarang tinggal 8. Telah banyak orang yang tahu bahwa pluto sekarang tak lagi berstatus sebagai planet, namun mungkin baru sedikit orang yang tahu mengapa demikian. 

Pluto secara dominan tersusun atas bebatuan dan es. Planet yang ditemukan oleh Clyde W Tombaugh pada tahun 1930 ini dipertanyakan status keplanetannya mulai tahun 1977 ketika para ilmuwan menemukan benda-benda angkasa yang mirip dengan pluto di sekitar area edarnya. Benda-benda langit tersebut, seperti halnya pluto, memiliki orbit yang berbeda dengan planet merkurius, venus, bumi, pluto, saturnus, uranus, dan neptunus. Atas dasar inilah, pada tahun 2006 di Prague, Republik Ceko, IAU (International Astronomers Union, atau perkumpulan astronom sedunia) berkumpul dan membahas kriteria baru untuk mendefiniisikan planet.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa sebuah benda angkasa disebut sebagai planet jika:

1) mengitari matahari pada orbit tertentu,

2) memiliki massa yang cukup besar untuk mempertahankan bentuk bulatnya,

3) memiliki orbit yang bersih (tidak berpotongan dengan orbit benda angkasa di sekitarnya).

Pluto memenuhi kriteria nomor 1 dan 2 di atas, namun tidak nomor 3. Orbit pluto tidak bersih karena memotong orbit neptunus. Selain itu, jalur orbit pluto tidak sebidang dengan orbit planet lainnya, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.


Atas dasar perbedaan perilaku pluto inilah, ia akhirnya tidak diakui lagi sebagai planet sejak tahun 2006.

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:

Sumber Data:

 

DETEKTIF FISIKA Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates