Saturday, June 15, 2013

1 Mengapa Orang Suka Menyanyi Di Kamar Mandi?


Banyak orang suka menyanyi di kamar mandi. Mulai dari penyanyi professional sampai orang-orang yang berbakat membuat sakit kepala orang lain dengan nyanyiannya, semua merasa senang bernyanyi di kamar mandi. Ya, sepertinya suara kita terdengar lebih bagus di kamar mandi. Hal ini pun membuat para penyanyi amatir mendadak merasa bagaikan artis papan atas ketika berada di kamar mandi.

Kita perlu berkonsultasi dengan ilmu fisika untuk mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Yuk mari.

Pertama-tama, kita perlu mengidentifikasi apa sebenarnya perbedaan suara kita antara ketika berada di kamar mandi dan ketika berada di kamar biasa. Jika Anda perhatikan dengan seksama, suara kita di kamar mandi terdengar lebih panjang daripada aslinya. Hal ini pun menjadi semacam efek mengagumkan  yang memperindah suara. Lantas dari mana asal suara perpanjangan tersebut?

Suara adalah gelombang yang merambat melalui udara. Seperti layaknya gelombang lain, suara dapat mengalami pemantulan ketika mengenai permukaan yang keras. Dalam istilah fisika, hasil pemantulan suara disebut echo. Secara jelas, echo dapat diamati ketika Anda berteriak di  lereng gunung. Pada saat Anda berteriak “Haiii” di daerah lereng gunung, maka beberapa saat kemudian Anda akan mendengar lereng gunung tersebut bersahutan meniru teriakan “Haiii” Anda. Hal ini dapat terjadi karena dinding lereng gunung merupakan permukaan yang keras sehingga mampu memantulkan suara Anda (memunculkan echo). Jarak antara diri Anda dan lereng gunung tersebut juga cukup jauh, sehingga echo yang terjadi terdengar jelas, terpisah dari suara asli Anda.

Kamar mandi juga memiliki permukaan dinding yang keras, sehingga dapat memantulkan suara Anda seperti halnya lereng gunung. Terjadilah echo ketika Anda bernyanyi di dalam kamar mandi. Akan tetapi, jarak antara diri Anda dan dinding kamar mandi terlalu dekat untuk dapat memunculkan echo yang terpisah dari suara aslinya. Suara Anda memantul terlalu cepat sehingga segera bersatu dengan suara asli. Fenomena ini disebut reverberation. Inilah yang menyebabkan suara asli kita terdengar lebih panjang di kamar mandi. Alhasil, suara kita terdengar lebih spektakuler dibuatnya  :D

Lantas mengapa efek suara fantastis ini tidak muncul ketika kita bernyanyi di kamar tidur? Bukankah dinding kamar tidur juga keras seperti dinding kamar mandi? Begini. Tak seperti kamar mandi yang relatif lowong, kamar tidur banyak berisi beraneka barang. Barang-barang ini misalnya kasur, meja, lemari, pakaian, dan mereka menyerap suara karena bersifat lunak. Alhasil, alih-alih memantul dan memunculkan echo, suara kita justru diserap oleh barang-barang tersebut di kamar tidur.

Nah, sekarang Anda telah paham mengapa kamar mandi dapat memiliki efek ajaib yang membuat orang-orang tertentu merasa bagaikan Ariel Noah ketika bernyanyi di dalamnya :D

*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)

Sumber Gambar:

Tuesday, June 11, 2013

0 Mengapa Meniup Minuman Panas Percuma Saja?


Hujan-hujan, cuaca dingin, enaknya bikin teh atau kopi panas. Akan tetapi tentu saja, mulut kita tidak kuat untuk langsung meminum minuman panas tersebut. Biasanya kita tiup-tiup bagian atasnya sesaat sebelum kita seruput. Asumsi kita, dengan meniupnya, bagian atas minuman itu akan lebih dingin dan nyaman untuk kita minum. Benarkah tindakan ini efektif?

Ternyata tidak.

Artikel-artikel detektif fisika sebelumnya telah banyak membahas bahwa semakin panas suatu zat, semakin “ringan” zat tersebut (massa jenisnya semakin kecil). Sebaliknya, semakin dingin suatu zat, semakin “berat” zat tersebut (massa jenisnya semakin besar). Jika Anda ingin mendalami penjelasan ini, Anda dapat membaca artikel-artikel detektif fisika terdahulu, di antaranya MengapaUap Air Bergerak Ke Atas? dan MengapaEs Selalu Terapung Di Air?

Nah, ketika kita meniup minuman panas, bagian atas minuman yang kita tiup itu memang bertambah dingin, tapi mereka akan segera tenggelam ke dasar gelas karena massa jenisnya menjadi besar (berat). Setelah itu, cairan minuman di bawahnya (yang masih panas) akan naik ke permukaan. Cairan minuman pengganti yang masih panas inilah yang kita minum. Dalam ilmu fisika, pergerakan air karena perbedaan suhu semacam ini disebut konveksi.

Jadi, jika kita meniup suatu minuman panas hanya sesaat sebelum kita menyeruputnya, hal itu percuma saja karena yang kita minum tetaplah cairan yang panas. Kecuali bila kita meniup minuman itu dalam jangka waktu yang agak lama sehingga keseluruhan minuman menjadi lebih dingin, itu baru efektif.

*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)

Sumber Gambar:

Friday, June 7, 2013

3 Mengapa Air Bisa Memadamkan Api?


Pernah nonton kartun SpongeBob Squarepants? Mungkin Anda heran mengapa Spongebob bisa membuat api unggun di dalam laut :D Tapi itu hanya terjadi di dunia Spongebob. Di kehidupan nyata, air merupakan musuh bebuyutan api. Manusia sering menggunakan air untuk memadamkan api, contoh umumnya adalah pemadam kebakaran.

Pernahkah Anda menduga-duga mengapa air bisa memadamkan api? Untuk menjawab pertanyaan sederhana namun menarik ini, terlebih dahulu Anda perlu tahu apa sebenarnya api itu.

Ketika suatu benda diberi energi, benda itu akan semakin panas. Pada titik tertentu, ketika panasnya sudah sedemikian tinggi, benda itu bereaksi cepat dengan oksigen (benda itu teroksidasi dalam kecepatan tinggi). Hasil reaksi dahsyat ini di antaranya adalah cahaya, sehingga terbentuklah api. Jadi, ada tigal hal yang harus dipenuhi dalam terjadinya api, yaitu (1) benda yang dibakar, (2) ketersediaan oksigen, dan (3) suhu yang tinggi.

Bagaimanapun, poin ketiga yaitu “suhu yang tinggi” bersifat relatif. Ketika Anda menempelkan api korek ke selembar kertas, maka kertas itu akan langsung terbakar. Tapi bila api korek itu Anda tempelkan pada sebilah tongkat kayu, maka tongkat kayu tersebut tidak langsung terbakar. Hal ini mengindikasikan bahwa "suhu tinggi" yang dibutuhkan oleh kertas dan tongkat kayu berbeda untuk dapat memunculkan api.

Kembali pada tiga faktor terjadinya api. Jika salah satu saja dari ketiga faktor tersebut tidak dipenuhi, maka api tidak dapat terjadi. Begitu pula, jika salah satu saja dari ketiga faktor tersebut dihilangkan, maka api akan padam. Nah, fungsi air dalam memadamkan api adalah berhubungan dengan faktor kedua dan ketiga.

Mari kita bahas faktor kedua, yaitu ketersediaan oksigen. Ketika sejumlah air disiramkan pada api, maka air itu akan menutup jalan masuknya oksigen bagi benda yang sedang terbakar. Tidak ada oksigen, tidak ada api.

Sekarang faktor ketiga, yaitu suhu yang tinggi. Air adalah zat yang memiliki kalor jenis terbesar di alam semesta. Artinya, dengan volume yang sama dibandingkan zat lain, air dapat menampung energi paling banyak. Hal ini menjadikan air mengalami paling sedikit kenaikan suhu untuk pertambahan sejumlah energi yang sama. Dalam bahasa yang sederhana, dapat dikatakan bahwa air merupakan zat “terdingin” di alam raya. Nah, ketika sejumlah air diguyurkan pada api, air itu akan menyerap banyak energi dari benda yang sedang terbakar. Energi benda itu langsung turun drastis, sehingga suhunya pun turun drastis. Suhu yang rendah itu lantas tidak cukup lagi untuk mempertahankan api, sehingga api pun menemui ajalnya :D

*******
Ditulis Oleh Doni Aris Yudono

Sumber Gambar:
 

DETEKTIF FISIKA Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates