Monday, September 3, 2012

2 Mengapa Nelayan Pergi Melaut pada Malam Hari dan Pulang pada Siang Hari?


Ikan merupakan makanan yang sangat bergizi. Para nelayan mengambilkannya dari laut untuk kita. Di jaman modern ini, banyak perahu nelayan yang telah dilengkapi dengan mesin bermotor. Perahu semacam ini dapat pergi melaut kapan saja. Akan tetapi, di beberapa daerah, masih banyak nelayan tradisional yang menggunakan perahu layar. Perahu sederhana ini dapat bergerak karena bantuan angin. Oleh sebab itu, nelayan tradisional harus mengikuti ritme alam untuk pergi mencari ikan di laut.

Ketika malam hari, angin bertiup dari darat ke laut (angin darat), sehingga nelayan tradisional pergi melaut pada malam hari. Ketika siang hari, angin bertiup dari laut ke darat (angin laut), sehingga nelayan tradisional pulang pada siang hari.

Pertanyaan besarnya adalah, mengapa angin bertiup ke laut pada malam hari? Dan mengapa angin bertiup ke darat pada siang hari?

Pertama-tama, kita perlu memahami mekanisme terjadinya angin. Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara dua daerah. Angin akan bertiup dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.

Pertanyaan berikutnya, apa yang menyebabkan udara dapat memiliki tekanan yang berbeda-beda?

Jawabannya adalah suhu. Ketika suatu daerah memiliki suhu yang panas, maka udaranya bertekanan rendah. Hal ini terjadi karena udaranya memuai sehingga lebih renggang. Sebaliknya, ketika suatu daerah memiliki suhu yang dingin, maka udaranya bertekanan tinggi. Hal ini terjadi karena udaranya menyusut sehingga lebih rapat. Jadi, suhu udara berbanding terbalik dengan tekanannya.

Gambar 1

Pada siang hari, angin bertiup dari laut ke darat (angin laut). Berarti, pada siang hari, suhu udara di laut lebih dingin (tekanan besar) dan suhu udara di darat lebih panas (tekanan kecil). Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dalam fisika, dikenal istilah kalor jenis zat. Kalor jenis zat adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap atau melepaskan kalor (kalor adalah energi panas). Jika suatu zat memiliki kalor jenis yang besar, berati zat tersebut susah dipanaskan, namun setelah sumber panas dihilangkan, zat tersebut susah didinginkan. Contoh zat yang kalor jenisnya besar adalah air laut.

Sebaliknya, jika suatu zat memiliki kalor jenis yang kecil, berarti zat tersebut gampang dipanaskan, namun setelah sumber panas dihilangkan, zat tersebut gampang dingin kembali. Contoh zat yang kalor jenisnya kecil adalah tanah dan pepohonan.

Nah, pada siang hari, matahari menyinari permukaan bumi. Baik daratan maupun lautan sama-sama menerima energi matahari. Tanah dan pepohonan yang ada di darat segera menjadi panas karena kalor jenisnya kecil. Sementara itu, air yang ada di laut masih dingin karena kalor jenisnya besar. Inilah sebabnya suhu udara di darat lebih panas daripada suhu udara di laut pada siang hari. 

Gambar 2

Pada malam hari, angin bertiup dari darat ke laut (angin darat). Berarti, pada malam hari, suhu udara di darat lebih dingin (tekanan besar) dan suhu udara di laut lebih panas (tekanan kecil). Hal ini terjadi karena ketika malam tiba, matahari tak lagi menyinari permukaan bumi. Karena sumber panas telah hilang, tanah dan pepohonan yang ada di darat segera menjadi dingin karena kalor jenisnya kecil. Sementara itu, air laut masih menyimpan panas karena kalor jenisnya besar. Inilah sebabnya suhu udara di darat lebih dingin daripada suhu udara di laut pada malam hari.

*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)

Sumber Gambar:

2 komentar:

  1. tks atas info.a.. kalo boleh tolong dijelaskan juga secara biologi y kak..

    ReplyDelete
  2. Berarti angin yang digunakan nelayan untuk berangkat melaut angin laut ya?
    Iya apa bukan?

    ReplyDelete

 

DETEKTIF FISIKA Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates